Ketua LKA Luhak Kepenuhan ajak Seluruh Luhak Dukung Perjuangan Masyarakat Adat Rantau Kasai
Kepenuhan - Kisruh yang terjadi di Rantau Kasai Desa Tambusai Utara terkait Hak Hak Masyarakat Adat yang telah diatur dalam Undang Undang sampai saat ini masih dalam perjuangan Anak Kemenakan Suku Melayu Rantau Kasai, menjadi perhatian serius dari beberap Luhak.Sebelumnya dukungan telah disampaikan oleh Luhak Rambah dan kiniTokoh Adat Kepenuhan juga memberikan dukungan yang sama terhadap Perjuangan Masyarakat Adat Suku Mekayu Rantau Kasai dalam mendapatkan Hak Hak Adat di wilayahnya.
Hal ini disampaikan Tokoh Adat Luhak Kepenuhan H Ruslan gelar Datuk Nindo Pucuk Suku Nan Soatuih dengan beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, menurutnya Perjuangan Masyarakat Rantau Kasai untuk memdapatkan Hak Hak Adat patut di Apreseasi dan didukung dari semua Luhak yang ada dan sebagai Pemangku Adat jangan mau di adu domba oleh kepentingan Coorporate atau perusahaan yang hanya mencari keuntungan semata.
"Kami sudah melihat program program Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai jika Hak Adat tersebut bisa dikelolanya banyak mamfaat yang bisa didapat seperti terbuka lowongan pekerjaan untuk anak kemenakan,sosial keagamaan, dan bantuan biaya pendidikan program.program yang baik ini perlu kita dukung,"ujarnya
Kemudian dikatakanya terkait silang pendapat antara Masyarakat Adat Rantau Kasai dengan Luhak Tambusai yang masing meng Klaim siapa yang lebih merasa memiliki atas hak adat tesebut harapannya supaya diselesaikan dengam kepala dingin secara musyawarah mufakat dan jangan ada intervensi dari pihak pihak lain yang berakibat terjadi benturan diantara sesama anak kemenakan.
Dijelaskannya Setiap Nogori ada Penguasanya dimana Bumi di Pijak di situ Langit di Junjung kalau lah Bumi Rantau Kasai biarlah Orang Rantau Kasai yang mengurusnya kecuali jika mereka tidak mampu atau butuh bantuan baru turun secara bersama dan mengajak para pemangku Adat yang ada di Kabupaten Rokan Hulu agar menjadikan lembaga adat ini tempat saling bersilaturahmi sesama anak kemenakan dan jangan terprovokasi oleh kepentngan kepentingan tertentu yang bisa merusak tatanan adat yang sudah ada.
'harapan kami terkait permasalahan Hak Adat ini mari diselesaikan secara dingin dam masing pihak bisa menurunkan ego agar kita tidak dimamfaatkan oleh pihak pihak lain untuk kepentingan mereka sementara kita sesama Anak Kemenakan terpecah belah,"harapnya.(Hsb)




Komentar Via Facebook :