TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Dua BUMD di Pekanbaru Jadi Sorotan Stagnan di Tahun 2025 Oleh Sekdako Pekanbaru

Dua BUMD di Pekanbaru Jadi Sorotan Stagnan di Tahun 2025 Oleh Sekdako Pekanbaru

PEKANBARU - Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Pekanbaru jadi sorotan stagnan di tahun 2025 silam. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, menyoroti kinerja dua BUMD stagnan, (23/1/26).

Satu BUMD yang stagnan, yaitu Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP). Begitu juga dengan kinerja BUMD lainnya, yakni Perumda Tirta Siak Pekanbaru.

"SPP kan cendrung stagnan, karena ada perubahan bisnis inti," jelasnya.

Menurutnya, SPP tidak lagi mengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Ia menyebut bahwa pada tahun ini SPP mulai merambah bisnis lain yaitu mengelola Taman Labuai City Walk Pekanbaru.

"Kita sudah melakukan penandatangan perjanjian sewa dengan SPP, jadi mereka bakal mengelola kawasan kuliner itu selama dua tahun ke depan," paparnya.

Pengelolaan pusat kuliner itu nantinya bisa mendukung kebutuhan finansial BUMD milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Ia menyebut bahwa SPP juga sedang melakukan percepatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Ingot menyadari BUMD lainnya yaitu Perumda Tirta Siak juga belum dalam kondisi sehat. Ia menyebut bahwa pemerintah kota sudah menemukan formula untuk menyembuhkan perusahaan yang mengelola air minum itu.

"Kita sudah punya formulasi, untuk perbaikan di tahun 2026," paparnya.

Ingot menyebut bahwa BUMD yang cendrung memiliki kinerja baik adalah Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru. Tapi proses seleksi direktur baru BPR itu masih berlangsung.

Dirinya mendorong agar direktur baru BPR siap menjadikan bank pemerintah kota itu menjadi bank syariah. Target nasabahnya juga harus mengarah ke pelaku UMKM. (Js)