TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Dua BUMD di Pekanbaru Jadi Sorotan Stagnan di Tahun 2025 Oleh Sekdako Pekanbaru

Dua BUMD di Pekanbaru Jadi Sorotan Stagnan di Tahun 2025 Oleh Sekdako Pekanbaru

PEKANBARU - Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Pekanbaru jadi sorotan stagnan di tahun 2025 silam. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, menyoroti kinerja dua BUMD stagnan, (23/1/26).

Satu BUMD yang stagnan, yaitu Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP). Begitu juga dengan kinerja BUMD lainnya, yakni Perumda Tirta Siak Pekanbaru.

"SPP kan cendrung stagnan, karena ada perubahan bisnis inti," jelasnya.

Menurutnya, SPP tidak lagi mengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Ia menyebut bahwa pada tahun ini SPP mulai merambah bisnis lain yaitu mengelola Taman Labuai City Walk Pekanbaru.

"Kita sudah melakukan penandatangan perjanjian sewa dengan SPP, jadi mereka bakal mengelola kawasan kuliner itu selama dua tahun ke depan," paparnya.

Pengelolaan pusat kuliner itu nantinya bisa mendukung kebutuhan finansial BUMD milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Ia menyebut bahwa SPP juga sedang melakukan percepatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Ingot menyadari BUMD lainnya yaitu Perumda Tirta Siak juga belum dalam kondisi sehat. Ia menyebut bahwa pemerintah kota sudah menemukan formula untuk menyembuhkan perusahaan yang mengelola air minum itu.

"Kita sudah punya formulasi, untuk perbaikan di tahun 2026," paparnya.

Ingot menyebut bahwa BUMD yang cendrung memiliki kinerja baik adalah Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru. Tapi proses seleksi direktur baru BPR itu masih berlangsung.

Dirinya mendorong agar direktur baru BPR siap menjadikan bank pemerintah kota itu menjadi bank syariah. Target nasabahnya juga harus mengarah ke pelaku UMKM. (Js)