TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Pemkab Bengkalis Buka Kegiatan Asistensi Implementasi Indeks BerAKHLAK 2025

Pemkab Bengkalis Buka Kegiatan Asistensi Implementasi Indeks BerAKHLAK 2025

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Wakil Bupati H. Bagus Santoso membuka kegiatan Asistensi Implementasi Indeks BerAKHLAK 2025, Selasa, 26 Mei 2025, bertempat di Ruang Dang Merdu Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis.

Dalam arahannya, Wabup Bagus menegaskan pentingnya peningkatan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) sebagai budaya kerja inti ASN dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani.

"Indeks BerAKHLAK Bengkalis tahun 2024 tercatat hanya 64,2%, di bawah rata-rata nasional 68,1%. Ini menjadi cambuk evaluasi dan refleksi bagi seluruh ASN untuk lebih serius meningkatkan kinerja dan etika birokrasi," tegasnya.

Untuk itu, Pemkab Bengkalis menargetkan peningkatan indeks minimal mencapai 75% di tahun 2025, agar Bengkalis bisa masuk dalam kategori “sehat”. Target ini bukan semata angka administratif, melainkan simbol transformasi mental ASN.

Bagus menyampaikan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan secara holistik dan berkelanjutan, antara lain:

1. Penguatan kepemimpinan dan keteladanan pimpinan perangkat daerah, agar menjadi contoh nyata penerapan nilai BerAKHLAK.

2. Revolusi pelayanan publik berbasis digital, untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas.

3. Pendidikan dan kampanye integritas secara masif, termasuk pelatihan rutin dan integrasi penilaian perilaku dalam sistem karir ASN.

4. Pengawasan kolaboratif, melibatkan inspektorat, BPK, TPK, hingga masyarakat sipil untuk mencegah praktik-praktik tidak etis.

5. Budaya reward and punishment yang jelas, guna memotivasi ASN berprestasi dan memberikan efek jera bagi pelanggar.

"Kami optimis jika langkah-langkah ini dilaksanakan dengan konsisten, maka kenaikan indeks bukan sekadar formalitas, tetapi bukti nyata bahwa ASN Bengkalis telah berubah menjadi birokrasi yang melayani dan profesional. Ini juga sejalan dengan visi Bengkalis Bermarwah, Maju, dan Sejahtera," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional Pemkab Bengkalis, narasumber dari Biro Organisasi Setda Provinsi Riau, serta para camat se-Kabupaten Bengkalis.(Inf/Rhmt)