TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

KAMPAR – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar tetap optimistis target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 703 hektare (ha) pada tahun 2025 dapat tercapai, meskipun harus memulai proses dari awal akibat perubahan sistem aplikasi PSR.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, melalui Kepala Bidang Usaha Perkebunan, Helvizar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2025).

"Memang target kita awalnya sudah ada, yaitu di Koperasi Perusahaan Berkat Ridho seluas 403 ha di Tapung Hilir, serta di Koperasi Perusahaan Raharja Tani Jaya sebanyak 320 ha. Jadi totalnya ada 703 ha untuk tahun 2025 ini. Namun karena adanya perubahan pada sistem aplikasi program PSR, yang tadinya sudah clear dan final, terpaksa harus dimulai kembali dari nol," jelas Helvizar.

Ia menyebut, Disbunnak Keswan Kampar terus mengupayakan target tersebut tercapai. 

"Awalnya dana bantuan PSR yang diberikan sebesar Rp30 juta per hektare. Sekarang sudah naik menjadi Rp60 juta per hektare. Karena perubahan ini, semua berkas yang sebelumnya sudah diinput harus diulang kembali," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga kelompok tani baru yang telah mengajukan permohonan bantuan PSR. Dikarenakan sistem baru masih dalam proses penyesuaian terpaksa harus menunggu dulu.

"Untuk kelompok baru, saat ini memang belum bisa langsung diproses karena harus menunggu sistem yang baru berjalan dengan baik," tutup Helvizar.