TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

Program PSR di Kampar Capai 703 Hektar, Disbunnak Keswan Kampar Terus Optimis

KAMPAR – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar tetap optimistis target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 703 hektare (ha) pada tahun 2025 dapat tercapai, meskipun harus memulai proses dari awal akibat perubahan sistem aplikasi PSR.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, melalui Kepala Bidang Usaha Perkebunan, Helvizar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2025).

"Memang target kita awalnya sudah ada, yaitu di Koperasi Perusahaan Berkat Ridho seluas 403 ha di Tapung Hilir, serta di Koperasi Perusahaan Raharja Tani Jaya sebanyak 320 ha. Jadi totalnya ada 703 ha untuk tahun 2025 ini. Namun karena adanya perubahan pada sistem aplikasi program PSR, yang tadinya sudah clear dan final, terpaksa harus dimulai kembali dari nol," jelas Helvizar.

Ia menyebut, Disbunnak Keswan Kampar terus mengupayakan target tersebut tercapai. 

"Awalnya dana bantuan PSR yang diberikan sebesar Rp30 juta per hektare. Sekarang sudah naik menjadi Rp60 juta per hektare. Karena perubahan ini, semua berkas yang sebelumnya sudah diinput harus diulang kembali," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga kelompok tani baru yang telah mengajukan permohonan bantuan PSR. Dikarenakan sistem baru masih dalam proses penyesuaian terpaksa harus menunggu dulu.

"Untuk kelompok baru, saat ini memang belum bisa langsung diproses karena harus menunggu sistem yang baru berjalan dengan baik," tutup Helvizar.