TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup Rukun

Rupiah Menguat di Angka Rp.14,080

Rupiah Menguat di Angka Rp.14,080

Hatami News, Ekonomi - Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.084 per USD, terdepresiasi 32 poin dari posisi Rp14.052 per USD di Senin kemarin.

Rupiah mengambil untung dari pelemahan USD, imbas ekspektasi yang meningkat perihal The Fed akan menunda kenaikan suku bunga pada tahun ini, karena perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka rebound pada perdagangan di pasar spot, Selasa (15/1/2019). Mata uang kecintaan kita, dibuka terapresiasi 29 poin ke level Rp14.095 per USD, dibanding penutupan Senin lalu di Rp14.124 per USD.

Laju rupiah semakin menguat di indeks Bloomberg, sekitar pukul 10.37 WIB, dimana mata uang NKRI meraih untung 42 poin alias 0,30% ke level Rp14.082 per USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada awal perdagangan, bertambah 40 poin atau 0,28% ke posisi Rp14.080 per USD, berbanding Senin lalu di level Rp14.120 per USD.

Melambatnya data perdagangan China dan rendahnya jumlah tenaga kerja AS pada Desember, telah memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Sehingga memaksa The Fed untuk menjaga diri dari pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut pada tahun ini.

Mengutip dari Reuters, Selasa (15/1), ekspektasi The Fed akan menunda kenaikan suku bunga membuat indeks USD melemah 0,12% menjadi 95,48, terhadap enam mata uang utama.

Hasil tersebut membuat euro naik 0,1% terhadap greenback menjadi USD1,1485. Dolar Kanada bertambah 0,15% menjadi CAD1,3270 dan poundsterling Inggris naik 0,3% menjadi USD1,2901 menjelang pemutungan suara Brexit.*

Sumber: sindo