TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Dinas Pertanian Kampar Alokasikan 10 Unit Perpipaan Untuk Kelompok Penerima Bantuan

Dinas Pertanian Kampar Alokasikan 10 Unit Perpipaan Untuk Kelompok Penerima Bantuan

KAMPAR - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar di tahun 2024 sudah mengalokasikan anggaran untuk 10 kelompok tani yang menerima 10 unit perpipaan pada bantuan swasembada pangan.

Syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut, harus memiliki lahan minimal 10 hektare, adanya sumber air yang bisa dialirkan ke lahan dan kelompok tani yang sudah terdaftar di (Simluhtan).

Adapun sebelumnya kelompok yang sudah menerima bantuan pada tahun 2024 seperti kelompok di Kecamatan Kampa, Kecamatan Rumbio Jaya dan Kecamatan Kampar Utara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nurilahi Ali melalui Analis Sarana dan Prasarana M Rijal, bahwa pihaknya mendorong harapan dari pemerintah pusat bagi lahan - lahan yang kurang produktif.

"Kita berharap dari Dinas Pertanian Kampar sesuai dengan harapan Pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk swasembada pangan. Intinya kita mendorong lahan - lahan yang kurang produktif karena disebabkan oleh kondisi air yang tidak ada. Makanya dengan adanya irigasi perpipaan bisa kita aliri dan petani bisa menggarapnya minimal dua kali setahun, kalau bisa tiga kali setahun," beber Rijal, Senin (4/11/2024).

Rijal menuturkan,  pihaknya melihat luas lahan susah untuk ditambah, karena sudah ada kepemilikan semua dan sudah ada kawasan - kawasan, kalaupun ada penambahan luas lahan kawasan agak susah.

"Intinya kita harus mengoptimalkan peningkatan area tanam, seperti misal dari IP 200 ke IP 300," pungkasnya.