TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Debat Publik, 4 Paslon Bupati dan Wabup Kampar Sepakat Lawan Politik Uang Pada Pilkada

Debat Publik, 4 Paslon Bupati dan Wabup Kampar Sepakat Lawan Politik Uang Pada Pilkada

KAMPAR - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kampar 2024-2028 mengikuti Debat Publik yang diadakan di Hotel Labersa pada Sabtu, (02/11/24).

Dalam Debat publik tersebut, Paslon Bupati-Wakil Bupati Kampar 2024-2029 berlangsung kondusif meski sempat memanas di sesi tanya jawab.

Dari semua tema yang dibahas, para paslon sepakat untuk melawan politik uang (money politics) demi terpilihnya pemimpin yang bersih untuk Kabupaten Kampar.

Komitmen anti politik uang bergulir usai Calon Bupati Kampar nomor urut 1 Repol menanyakan ke semua Paslon.

"Pada Pileg lalu, kita tahu banyak terjadi praktik politik uang, mengumpulkan KTP dan KK dan memberikan uang kepada warga, apa komitmen Bapak dan Ibu terkait money politik ini," tanya Repol.

Menanggapi pertanyaan Repol, calon bupati nomor urut 2 Yusri menyatakan, Pilkada harus berjalan dengan bersih demi mendapatkan pemimpin yang bersih pula.

Hal senada juga diungkapkan calon Bupati nomor urut 3 Ahmad Yuzar. Ahmad Yuzar menyadari 
proses melahirkan pemimpin harus dilakukan dengan cara yang bersih.

"Kami yakin track record kami dalam bekerja, latar belakang pendidikan dan program yang kami telurkan sudah cukup menjadikan masyarakat memilih kami," terangnya.

Sementara calon wakil bupati nomor urut 4 Edwin Pratama Putra juga mengambil sikap tegas terkait penolakannya akan praktik money politik.

"Daerah ini harus kita urus dengan cara yang baik," jelas Edwin Pratama Putra.
Komitmen semua paslon disambut ucapan syukur calon bupati nomor urut 1 Repol.

"Alhamdullilah kalau semuanya sepakat untuk tidak menggunakan cara-cara kotor untuk meraup suara dengan politik uang, karena di lapangan banyak kami temukan tim paslon yang mengumpulkan KTP dan KK warga dengan iming-iming sejumlah uang," tegasnya.***