TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

FGD Tentang Penataan Candi Muara Takus, Dibuka Asisten ll Setda Kampar Suhermi

FGD Tentang Penataan Candi Muara Takus, Dibuka Asisten ll Setda Kampar Suhermi

KAMPAR - Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MBA, MH yang diwakili oleh Asisten II Setda Kampar, Suhermi, ST, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) tentang Penataan Candi Muara Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar pada hari Selasa, (24/09/2024).

Dalam FGD tersebut, turut hadir Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Dahlan Prayogi Midian, Tenaga Ahli Wiendu Nuryanti, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Zamhur, Camat XIII Koto Kampar, Zulfikar, serta para pemangku kepentingan terkait.

Asisten II Setda Kampar, Suhermi, dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada para peserta FGD terkai Penataan Candi Muara Takus. 

Ia menyampaikan bahwa Candi Muara Takus merupakan ikon penting dari Kabupaten Kampar yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Suhermi berharap, melalui FGD ini, Candi Muara Takus dapat masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sehingga penataan dan pengembangan kawasan candi bisa dilakukan lebih optimal.

"Melalui diskusi ini, kami berharap dapat menemukan langkah-langkah strategis untuk menjadikan Candi Muara Takus sebagai destinasi wisata unggulan yang terkelola dengan baik, serta mendukung upaya pelestarian situs bersejarah ini," ujar Suhermi.

Sementara itu Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Dahlan Prayogo Midian mengatakan Diskusi yang berlangsung intensif ini membahas berbagai aspek penataan, termasuk pengembangan infrastruktur, aksesibilitas, serta upaya pelestarian situs cagar budaya tersebut. 

Dengan adanya FGD ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, para ahli, dan pemangku kepentingan dapat menciptakan perencanaan yang komprehensif untuk kemajuan Candi Muara Takus.