TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Pelatihan Perempuan Buta Aksara Digelar DPPKBP3A Kampar

Pelatihan Perempuan Buta Aksara Digelar DPPKBP3A Kampar

KAMPAR  - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar bekerja sama dengan SKB SPFM Salo dan Pekka  Salo Timur menggelar pelatihan perempuan buta.

Pelatihan yang berlangsung tiga hari ini Senin, Selasa dan Kamis (12,13,15/8/2024) ini berlangsung di Rumah Kayu Desa Salo Timur Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.
Sebanyak 10 peserta perempuan yang buta aksara dari berbagai usia dari Desa Salo Timur. Untuk tenaga pendidiknya dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Salo.

Kepala Dinas PPKBP34 Kampar Edi Afrizal melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan Ismulyati mengharapkan dengan pelatihan perempuan buta aksara ini, seluruh perempuan yang ada di desa dan kecamatan se-Kabupaten Kampar ini bebas buta aksara. Targetnya zero buta aksara.

"Karena ini akan berdampak kemiskinan ekstrem. Pernah ada kejadian di Salo Timur ada anak mendapatkan beasiswa, harus diurus ke bank. Sedangkan ibunya buta aksara. Tidak bisa menandatangani untuk pembukaan rekening di bank. Sehingga gagal mendapatkan beasiswa," jelas Ismulyati saat ditemui di Kantornya, Selasa (13/8/2024).

Ismulyati menambahkan, karena kejadian tersebut organisasi perempuan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) berinsiatif membuat kelompok belajar untuk perempuan buta aksara.***