TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

500 Hektare Padi Mulai Ditanam, Dinas Pertanian Kampar Targetkan Produksi

500 Hektare Padi Mulai Ditanam, Dinas Pertanian Kampar Targetkan Produksi

KAMPAR – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura terus meningkatkan produksi padi dengan mulai penanaman padi IP 200 di 500 hektare lahan persawahan. Hal itu untuk membantu pemerintah dalam ketahanan pangan. 

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali melalui Kabid Produksi, Budi Hantana menyampaikan saat ini untuk penanam padi sawah IP 200 di lahan 500 hektare sudah dilakukan. Pihaknya menyebutkan saat ini masuk dalam tahap pemupukan.

‘’Untuk penanam padi sawah yang sekarang ini memakai bibit Bujang Merantau varietas dari Sumatera Barat,’’ kata Budi Hantana saat ditemui di kantor Dinas Pertanian, Senin (4/9/2023).

 Budi Hantana menambahkan, alasan memakai bibit padi Bujang Merantau, mudah beradaptasi. Bibit Bujang Merantau ini produksinya bisa mencapai 7,7 ton per hektare.

‘’Bibit Bujang Merantau ini cocok dengan target kita yakni peningkatan produksi padi,’’ jelas Budi Hantana.

Budi Hantana menambahkan, penanam padi IP200 ini ditanam di areal 500 hektare lahan persawahan  yang tersebar di Kecamatan Salo, Kecamatan Kuok, Kecamatan Bangkinang, Kecamatan Kampar, Kecamatan Kampa, Kecamatan Rumbio Jaya dan Kecamatan Tapung.

Budi Hantana mengatakan, untuk sementara ini untuk irigasi untuk menunjang produksi padi sawah seharusnya sudah banyak direhab. Memang sampai saat ini dibantu dengan hujan petani bisa mengolah dan menanam.

‘’Kami mengimbau untuk petani padi sawah dapat memanfaatkan sarana produksi (saprodi). Mudah-mudahan dibantu oleh dinas, target kita peningkatan produksi padi dapat tercapai. Misalnya biasanya 4 ton per hektare bisa mencapai 6 ton sampai 7 ton per hektare,’’  jelas Budi Hantana.

Budi Hantana mengharapkan hasil panen padi sawah ini hendaknya dipasarkan untuk lokal. Diutamakan untuk kebutuhan lokal dulu.

‘’Karena kita masih banyak kekurangan beras. Karena itu, kita dari dinas bersama para petani menargetkan produksi padi," tegas Budi Hantana.

Untuk antisipasi serangan hama, Budi Hantana mengatakan, ada Petugas Organisasi Penggangguq Tumbuhan (POPT) yang mendampingi petani untuk menganalisa hama. Kalau butuh obat dan pengendalian, POPT akan melaporkan ke dinas.

"Selain bantuan bibit, pihak dinas juga membantu pupuk dekomposer, amelioran, PTT buah dan daun," pungkasnya.