TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Dinas Pertanian dan Holtikultura Kampar Akan Bangun Irigasi Pada Tahun 2023

Dinas Pertanian dan Holtikultura Kampar Akan Bangun Irigasi Pada Tahun 2023

KAMPAR - Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Kampar akan melakukan pembangunan Irigasi pada Tahun 2023. Hal itu bertujuan untuk memudahkan petani mendapat air ke sawah.

Adapun Irigasi tersebut terbagi dari Sekunder, Premier dan Tersier untuk pengaliran air ke sawah petani.

"Rangkaian yang perlu kita benahi mulai dari Hulu sampai Hilir. Kalau dari Hulunya tidak ada air dipastikan ke Hilirnya tidak sampai. Untuk kewenangan dari Dinas hanya terhadap Tersier," kata Kepala Dinas Pertanian Kampar, Nurilahi melalui Analis Prasarana dan Sarana, M. Rijal, Kamis (20/7).

Ia mengemukakan, kalau aliran dari Sekunder dan Premier bermasalah, tentu air tidak akan mengalir ke Tersier.

Langkah yang kita ambil selama ini, kita selalu berkoordinasi dengan pihak Dinas Provinsi, Dinas PU PR Kabupaten, PU BWS wilayah lll Sumatera yang mempunyai kewenangan masing - masing.

"Inilah langkah yang kita lakukan dengan selalu berkoordinasi dengan pihak - pihak terkait bagaimana air ini bisa mengalir sampai ke lahan sawah petani," beber Rijal.

Rijal menambahkan, ada beberapa titik yang sudah kita koordinasikan seperti di Kecamatan Kampar Utara dengan pihak PU BWS.

"Alhamdulillah, kebetulan di Kampar Utara ada lahan sawah yang tergenang oleh air yang tidak kering - kering kita koordinasi dengan PU BWS karena itu aliran langsung ke sungai Kampar yang sudah menjadi wewenang pihak PU BWS," ujar Rijal.

Hasil koordinasi dengan pihak PU BWS, mereka merespon dan langsung menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi.

"Setelah dilakukan normalisasi, Alhamdulillah sudah bisa dimanfaatkan sawah tersebut," pungkasnya.