TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Cegah Penanganan Daerah Stunting, Dinas Pertanian Lakukan Pekarangan Pangan Lestari

Cegah Penanganan Daerah Stunting, Dinas Pertanian Lakukan Pekarangan Pangan Lestari

KAMPAR – Dinas Pertanian Kabupaten Kampar membantu penangan daerah-daerah stunting dengan mengadakan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Dimana, ini untuk membantu ibu-ibu rumah tanggan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan. 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar Nurilahi Ali melalui Kabid Produksi Suprapto, bahwa untuk membantu daerah-daerah yang stunting, dengan pembuatan rumah bibit dan demplot.

Adapun mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang dilaksanakan melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

‘’Tujuan program P2L ini untuk membantu masyarakat. Menanam tanaman yang diperlukan sehari-hari di pekarangan rumah,’’ kata Suprapto saat ditemui di kantornya, Selasa (4/723).
 
Ia juga menambahkan, di rumah bibit ini bersama-sama dibantu penyuluh pertanian, membibitkan cabai.

"Kalau bibit cabai sudah besar baru dipindahkan ke pekarangan rumah masing-masing untuk dipelihara. Sehingga masyarakat tidak dipusingkan lagi dengan kenaikan cabai," pungkasnya.