TERKINI
Meriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis Disbunnak Keswan Kampar Sosialisasikan Syarat Pengajuan PSR ke Koperasi dan Kelompok TaniKapolres Dumai dan Kejari Perkuat Sinergitas, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan

Disdikpora Kampar Komitmen Dalam Penanganan ATS

Disdikpora Kampar Komitmen Dalam Penanganan ATS

KAMPAR - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar berkomitmen dalam penanganan ATS. Penanganan Anak Tidak Sekolah membutuhkan peran dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Drs. H. Aidil, SH., M. Si, kepada wartawan, (28/02/23) di Bangkinang Kota mengatakan, bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar. Penanganan ATS dan Anak Putus Sekolah (APS) merupakan bagian integral dari penghapusan kemiskinan ekstrem, ungkap Aidil.

Aidil mengatakan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar mendorong terbentuknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keberadaan PKBM yang profesional di berbagai desa di wilayah Kabupaten Kampar, akan bisa membantu pemerintah dalam penanganan ATS dan APS, ungkap Aidil.

Aidil menjelaskan, bahwa PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Program-program yang diselenggarakan di PKBM dapat sangat beragam dan dapat juga tak terbatas, namun harus sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakat di mana PKBM itu berada atau dikatakan yang relevan, serta program-program itu harus bermakna dan bermanfaat. Program-program tersebut antara lain pendidikan kesetaraan (A, B dan C), Pendidikan keaksaraan, pendidikan kewarganegaraan, kerumahtanggaan, dan lain-lain, ungkap Aidil.

Melalui media Aidil menghimbau, agar seluruh elemen masyarakat dapat mendukung dan berperan aktif dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS). Semoga dengan dukungan dan kontribusi semua pihak dapat menyelesaikan persoalan ATS dan APS di Kabupaten Kampar. Karena ATS dan APS merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan ekstrim, ungkap Aidil