TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan “SI OCU PARKIR KAMPAR”, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup Rukun

Ketum IWO Instruksi Kawal Kasus Pembunuhan Wartawan Sumut

Ketum IWO Instruksi Kawal Kasus Pembunuhan Wartawan Sumut
Foto : Ketum IWO, Jhodi Yudono

JAKARTA  - Terkait kasus pembunuhan jurnalis Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap, pemimpin redaksi, sekaligus pemilik media online, yang tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu, 19 Juni 2021.

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono mengutuk keras kejadian tersebut, dan meminta kepada seluruh anggota IWO untuk mengawal kasus ini hingga tuntas melalui pemberitaan. 

"Entah sudah berapa kali kasus serupa ini terjadi dan mungkin akan terjadi di masa mendatang, dan kita selalu menjadi pihak yang nyaris selalu 'dikalahkan'. 

Kita harus mengkaji kembali MoU antara Dewan Pers dan Kapolri, dan kesepakatan-kesepakatan lainnya antara penegak hukum dan pers, agar efektif dan tidak hanya berhenti di seremoni dan catatan kesepakatan. 

Mari kita mereview kembali kesepakatan-kesepakatan tersebut agar bisa dipraktikan demi terwujudnya perlindungan yang nyata bagi insan pers. 
Para penjahat yang mendzolimi wartawan itu berani sewenang-wenang kepada wartawan bisa jadi karena mereka tahu betapa lemahnya perlindungan hukum terhadap wartawan, " ungkap Jodhi seraya menyebut contoh kasus wartawan Bernas, Udin, yang tewas dibunuh dan hingga kini belum terungkap siapa pembunuhnya. 

Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin  adalah wartawan Bernas, Yogyakarta, yang dianiaya oleh orang tidak dikenal, dan kemudian meninggal dunia pada 26 Agustus 1996. Sebelum kejadian ini, Udin kerap menulis artikel kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru.

Sumber : Rilis IWO