TERKINI
Kejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun Langsung

SofyanSiroj-Tagih-Janji-Syamsuar-Yakni,-Konsep-Quran-Center

SofyanSiroj-Tagih-Janji-Syamsuar-Yakni,-Konsep-Quran-Center

 Anggota DPRD Riau dapil Pekanbaru, Sofyan Siroj menagih janji Gubernur Riau Syamsuar yang ingin menciptakan masyarakat Riau agamis, seperti disampaikannya dalam Kampanye Pilgubri 2018 lalu.

Ketua Tim Pemenangan Syamsuar di Pekanbaru ini menjelaskan, ia merasa bangga dengan janji Syamsuar tersebut karena ada kepala daerah yang memiliki komitmen terhadap agama.

Dengan posisinya di komisi III yang bertugas meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), politisi PKS ini sudah berupaya mencarikan anggaran supaya janji Syamsuar dalam bidang keagamaan bisa terlaksana.

"Kita di komisi III ini sangat siap mendukung visi misi beliau itu, kita kan mencari uang nih, jadi tidak ada kendala untuk merealisasikan itu dalam bentuk program kegiatan APBD," kata Sofyan, Kamis, 5 Maret 2020.

Bahkan, dalam dua periode resesnya selama menjadi anggota DPRD Riau, Sofyan menjelaskan 80 persen keluhan masyarakat tidak jauh dari bidang keagamaan, baik dari sisi pembangunan rumah ibadah maupun operasional rumah ibadah.

Yang paling ditekankan masyarakat, sambungnya, ialah pembangunan Qur'an Center yang menjadi salah satu prioritas beliau saat kampanye tersebut, Sofyan bahkan ikut mengkampanyekan itu.

Diakui Sofyan, ia sudah sempat mendiskusikan kelangsungan janji ini dengan Syamsuar, salah satunya terkait konsep Quran Center.

Saya tanya beliau, apakah Quran Center ini konsepnya monumental atau pembinaan, beliau bilang pembinaan. Dengan melihat perkembangan rumah Qur'an saat ini, yang jadi masalah adalah insentif guru Qur'an. Nah ini yang harus dibenahi dulu, beliau harus mengalokasikan dana untuk tenaga guru Alquran," tambahnya.

Kemudian, dalam diskusi tersebut juga muncul wacana untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Al Azhar yang mana merupakan universitas tertua di Dunia.

Dengan kerjasama tersebut, diharapkan ada rujukan terkait watasiyah atau moderasi Islam dengan pemahaman Quran yang benar.

"Al Azhar itu kan universitas tertua di dunia, kekuatan wakafnya bahkan melebihi kekayaan negara. Kenapa kita tidak belajar dari sana? Saya sudah sampaikan ke Sekda Yan prana, beliau juga menyambut wacana ini," tuturnya.

Untuk itu, ia berharap Syamsuar bisa memulai program Quran Center. Sebab, Pemko Pekanbaru sendiri sudah memulai dengan program masjid paripurna. Sofyan mengimpikan dua unsur pemerintahan bisa mengkolaborasikan programnya mencapai masyarakat Riau yang agamis.

"Kita mulai lah lagi persiapannya dalam bentuk anggaran APBD. Salah satunya hibah untuk insentif guru Qur'an. Supaya masyarakat juga bergairah menyambut Quran Center," tutup alumni Universitas Al Azhar ini.

Untuk diketahui, Syamsuar saat dilantik oleh Presiden Jokowi menuangkan janji kampanyenya dalam lima misi utama, yakni misi pertama ialah mewujudkan SDM yang beriman, berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya.

"Kami akan membangun Al Quran Center di Ibukota Provinsi, menyediakan pendidikan berkualitas gratis 12 tahun, membentuk sekolah unggulan di setiap Kabupaten/kota, dan banyak program kerja lainnya di berbagai sektor,'' jelas Syamsuar kala itu.

Sumber: (Riuaonline.co.id)