TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Viral Tagihan RS Hampir Rp 240 Juta, Pengingat Jangan Remehkan COVID-19

Viral Tagihan RS Hampir Rp 240 Juta, Pengingat Jangan Remehkan COVID-19

 

Cerita tentang biaya rumah sakit pasien Corona hampir 240 juta viral di media sosial. Potongan gambar atau bukti dari billing perawatan pasien Corona tersebut sekaligus mengingatkan untuk tidak menganggap enteng virus Corona COVID-19.

Bukan bermaksud menakut-nakuti, sang pemilik akun @noyusimi, lagi-lagi mengingatkan untuk tidak meremehkan bukti nyata dari Corona. Hal ini menurutnya, untuk menghindari kejadian terburuk saat seandainya harus membayar biaya sebegitu besar.

"Jangan digeneralisir kalo biayanya semua pasti segini ya selama 4 hari, bisa beda2. Kebetulan pasien ada komorbidnya, intinya kalo pas lagi abis jatah dari kemenkes, lu siap bayar?," ungkapnya dalam cuitan yang viral di media sosial.

"Mana asuransi dari kantor gak bisa jamin. Kalo pun dijamin udah melebihi batas limit. Excessnya udah 100an jt itu. Bukannya mau nakut2in, emang gitu keadaannya," bebernya.

"Sulit juga ya kalau ngingetin orang yang melanggar protokol kesehatan. Levelnya sudah kesadaran masing-masing. Terlihat sehat bukan berarti aman bukan? Intinya sehat itu mahal," sebutnya saat dikonfirmasi detikcom Senin (14/9/2020).Belakangan, Marvin, sang pemilik akun mengaku kalau seluruh biaya sudah dijanjikan tercover oleh pemerintah pada 15 September. Ia kembali berpesan, terlihat sehat bukan berarti aman.

"Udah deh minimal pada pake masker dah kalo mau keluar. Jangan ditaruh di dagu apalagi di leher juga. Kalo nggak bisa kemana-mana, iya nggak usah kemana-mana," pesan Marvin.

Belakangan, Marvin, sang pemilik akun mengaku kalau seluruh biaya sudah dijanjikan tercover oleh pemerintah pada 15 September. Ia kembali berpesan, terlihat sehat bukan berarti aman.

"Udah deh minimal pada pake masker dah kalo mau keluar. Jangan ditaruh di dagu apalagi di leher juga. Kalo nggak bisa kemana-mana, iya nggak usah kemana-mana," pesan Marvin.

 

 

 

Sumber: detikHealth