TERKINI
JMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri

Viral Tagihan RS Hampir Rp 240 Juta, Pengingat Jangan Remehkan COVID-19

Viral Tagihan RS Hampir Rp 240 Juta, Pengingat Jangan Remehkan COVID-19

 

Cerita tentang biaya rumah sakit pasien Corona hampir 240 juta viral di media sosial. Potongan gambar atau bukti dari billing perawatan pasien Corona tersebut sekaligus mengingatkan untuk tidak menganggap enteng virus Corona COVID-19.

Bukan bermaksud menakut-nakuti, sang pemilik akun @noyusimi, lagi-lagi mengingatkan untuk tidak meremehkan bukti nyata dari Corona. Hal ini menurutnya, untuk menghindari kejadian terburuk saat seandainya harus membayar biaya sebegitu besar.

"Jangan digeneralisir kalo biayanya semua pasti segini ya selama 4 hari, bisa beda2. Kebetulan pasien ada komorbidnya, intinya kalo pas lagi abis jatah dari kemenkes, lu siap bayar?," ungkapnya dalam cuitan yang viral di media sosial.

"Mana asuransi dari kantor gak bisa jamin. Kalo pun dijamin udah melebihi batas limit. Excessnya udah 100an jt itu. Bukannya mau nakut2in, emang gitu keadaannya," bebernya.

"Sulit juga ya kalau ngingetin orang yang melanggar protokol kesehatan. Levelnya sudah kesadaran masing-masing. Terlihat sehat bukan berarti aman bukan? Intinya sehat itu mahal," sebutnya saat dikonfirmasi detikcom Senin (14/9/2020).Belakangan, Marvin, sang pemilik akun mengaku kalau seluruh biaya sudah dijanjikan tercover oleh pemerintah pada 15 September. Ia kembali berpesan, terlihat sehat bukan berarti aman.

"Udah deh minimal pada pake masker dah kalo mau keluar. Jangan ditaruh di dagu apalagi di leher juga. Kalo nggak bisa kemana-mana, iya nggak usah kemana-mana," pesan Marvin.

Belakangan, Marvin, sang pemilik akun mengaku kalau seluruh biaya sudah dijanjikan tercover oleh pemerintah pada 15 September. Ia kembali berpesan, terlihat sehat bukan berarti aman.

"Udah deh minimal pada pake masker dah kalo mau keluar. Jangan ditaruh di dagu apalagi di leher juga. Kalo nggak bisa kemana-mana, iya nggak usah kemana-mana," pesan Marvin.

 

 

 

Sumber: detikHealth