TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

3 WNI ABK Tewas di Kapal China, Jasadnya Diselundupkan ke Kepri

3 WNI ABK Tewas di Kapal China, Jasadnya Diselundupkan ke Kepri
Foto: Ilustrasi jenazah. (Thinkstock)

 Sebanyak tiga WNI ABK tewas di kapal ikan berbendera China kapal Fu Fuan Yu 829. Jasadnya diselundupkan ke wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

"Jadi begini, masalah ABK kapal China ini kan kita agak keras di Kepri. Jadi, begitu ada yang tewas, mereka nggak berani merapat. Jadi di-outer di pelabuhan terluar saja, dia nggak bersandar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8/2020).

Kapal Fu Yuan Yu 829 itu tidak bersandar. Mereka mengontak pihak agen, lalu jasad tiga WNI itu dipindahkan dari tengah laut.

 

Tiga jenazah WNI ABK Kapal Fu Yuan Yu 829, kapal ikan berbendera China, diselundupkan ke Kepulauan Riau (Kepri). Tiga WNI bekerja di kapal China itu sejak 2019.

"Sejak bulan Oktober 2019 (jadi ABK di kapal itu)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto.

Arie mengatakan 3 WNI itu meninggal di Kapal Fu Yuan Yu 829 pada awal Agustus. Jasadnya lalu dioper dari kapal pada Rabu (12/8/2020).

Meninggalnya 2 Agustus (di kapal), diselundupkannya tanggal 12, malamnya ada informasi masyarakat ke kita, ada ambulans ambil mayat, kita cek," ujarnya.

Ketiga WNI itu merupakan warga Aceh. Soal ada tidaknya luka, jenazah 3 WNI itu akan diautopsi siang ini.

"Siang ini baru mau autopsi," ucapnya.

Sebelumnya, polisi menangkap 2 orang yang diduga sebagai penyelundup jenazah 3 WNI. Keduanya merupakan agen pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal.

"Kita tangkap 2 orang, terus dikembangkan. Tadi malam (ditangkap)," kata Kombes Arie.

"Beda lagi (dengan kapal sebelumnya), ini Fu Yuan Yu 829, ada tiga mayat," imbuhnya.

Kombes Arie menegaskan ada dua orang yang diduga sebagai penyelundup jenazah itu yang ditangkap. Keduanya merupakan agen pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal.

"Dia agen, manajer (pengiriman orang ke luar negeri secara ilegal)," tuturnya.

Sumber: detiknews