TERKINI
Merah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan TerimakasihWarga Bukit Singkumbang Gelar Berbagai Perlombaan Sambut Hari Kemerdekaan RIBerikut Harga TBS Riau Periode 12-18 Agustus Disampaikan Disbunnak Keswan KamparJelang HUT RI Ke-81, Satpol PP dan DWP-UP Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Kepada MasyarakatHUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku Sakai

Raja Salman Dilarikan ke Rumah Sakit

Raja Salman Dilarikan ke Rumah Sakit

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, telah dibawa ke rumah sakit di ibu kota Riyadh. Dia dirawat di RS karena menderita radang kandung empedu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (20/7/2020) raja yang memerintah negara eksportir minyak terbesar di dunia itu sedang menjalani pemeriksaan medis. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Arab Saudi (Saudi Press Agency/SPA).

Raja Salman menghabiskan waktu beberapa tahun sebagai putra mahkota dan wakil perdana menteri dari Juni 2012 sebelum menjadi raja. Dia juga menjabat sebagai gubernur wilayah Riyadh selama lebih dari 50 tahun.

Penguasa de facto dan yang berikutnya sejalan dengan takhta adalah putra mahkota, Mohammed bin Salman, yang dikenal luas dengan inisialnya MBS. MBS telah meluncurkan reformasi untuk mengubah ekonomi kerajaan dan mengakhiri "kecanduan" pada minyak.

Pangeran berusia 34 tahun itu telah menuai pujian karena mengurangi pembatasan sosial di kerajaan, memberikan lebih banyak hak kepada perempuan dan berjanji untuk mendiversifikasi ekonomi.

Tetapi kontrol negara atas media dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di kerajaan membuatnya sulit untuk mengukur tingkat antusiasme domestik.