TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Ketua LPAI Rokan Hulu Pertanyakan Soal Kematian Tragis Ahmad Nuradi di RSJ Tampan

Ketua LPAI Rokan Hulu Pertanyakan Soal Kematian Tragis Ahmad Nuradi di RSJ Tampan

Pekanbaru – Kematian tragis Ahmad Nuradi (17), seorang remaja dari Desa Muara Dilam kabupaten Rokan Hulu, di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru,terus mengguncang publik dan menjadi viral secara nasional.

Kini,Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Rokan Hulu, Ramlan Lubis, ikut angkat bicara dengan nada keras dan penuh keprihatinan,

“Ahmad bukan pelaku kejahatan, dia anak yang sedang butuh pertolongan.

Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan malah membiarkan kekerasan terjadi di fasilitas kesehatan milik pemerintah,” tegas Ramlan Lubis dalam pernyataan persnya hari ini.

Ahmad, yang diketahui hanya mengalami depresi ringan, dinyatakan meninggal dunia hanya beberapa jam setelah melakukan video call dengan ayahnya dalam kondisi sehat.

Kejanggalan demi kejanggalan yang dirasakan keluarga membuat kasus ini resmi dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dan kini tengah ditangani Polda Riau.

Ramlan menambahkan, LPAI Rokan Hulu akan mengawal penuh kasus ini hingga ke meja hijau.

Ia juga meminta semua pihak untuk serius dan turut serta menyelidiki kemungkinan pelanggaran HAM dan kelalaian dalam penanganan pasien anak.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan sekadar kematian. Ini adalah cambuk bagi pemerintah bahwa sistem perlindungan anak kita masih rapuh!” ujar Ramlan dengan nada geram.

Meninggalnya Ahmad Nuradi tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga, tapi juga membangkitkan kemarahan publik yang menuntut transparansi dan keadilan.

Tagar #KeadilanUntukAhmad mulai ramai di media sosial.

Negara tak boleh membiarkan satu anak pun menjadi korban sistem yang lalai Keadilan harus ditegakkan,pintanya,