TERKINI
Sengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan TerimakasihWarga Bukit Singkumbang Gelar Berbagai Perlombaan Sambut Hari Kemerdekaan RIBerikut Harga TBS Riau Periode 12-18 Agustus Disampaikan Disbunnak Keswan KamparJelang HUT RI Ke-81, Satpol PP dan DWP-UP Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Kepada MasyarakatHUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 Langgini

24 Titik Jalan Produksi Akan Dibangun Disbunnakkesswan Kampar Ditahun 2022

24 Titik Jalan Produksi Akan Dibangun Disbunnakkesswan Kampar Ditahun 2022

BANGKINANG - Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar pada tahun 2022 akan merealisasikan jalan produksi sebanyak 24 pada desa yang tersebar di Kabupaten Kampar.

Dibandingkan dari tahun 2021 ada peningkatan signifikan di tahun 2022. Dimana untuk mendapatkan jalan produksi tersebut, harus mengajukan dari kelompok tani melalui desa yang terdapat lahan swadaya.

"Dengan adanya jalan produksi ini, kami dari pemerintah melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, hendaknya bisa mengurangi kos dari petani dalam rangka pengangkutan dan transportasinya," kata Kepala Disbunakkeswan Kampar Syahrizal melalui Kabid Usaha Tani Yalen, (24/1/22).

Untuk anggaran jalan produksi bersumber dari APBD Kampar dan DAK Pusat, dengan pengerjaan lebih kurang panjangnya 2 Km.

"Pembukaan jalan minimal 8 meter, dimana dengan parit berada di pinggir jalan dan maksimal panjangnya 2 Km," ujar Yalen.

Hal itu dilakukan, kata Yalen, untuk memudahkan petani itu mengangkut produksi sehingga bisa mengurangi kos hasil buah kelapa sawit.

"Dan ini bisa juga bisa di nikmati bagi tani karet. Bagi petani atau lahan yang berada disekitar harus membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut ganti rugi, dan untuk pengerjaanya di ajukan melalui pihak ketiga," pungkasnya.