TERKINI
Meriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan TerimakasihWarga Bukit Singkumbang Gelar Berbagai Perlombaan Sambut Hari Kemerdekaan RIBerikut Harga TBS Riau Periode 12-18 Agustus Disampaikan Disbunnak Keswan KamparJelang HUT RI Ke-81, Satpol PP dan DWP-UP Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Kepada MasyarakatHUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung Kulim

Disbunakkeswan Kampar Cari Alternatif Sumber Pendapatan, Tanaman Pinang Betara 3 Tahun Bisa Panen

Disbunakkeswan Kampar Cari Alternatif Sumber Pendapatan, Tanaman Pinang Betara 3 Tahun Bisa Panen

KAMPAR - lenteranews co, Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbukakkeswan) Kabupaten Kampar terus berupaya dalam komunitif mencari alternatif yang bisa menjadi sumber pendapatan bidang pertanian.

Seperti tanaman pinang batara, yang pada saat ini menjadi sumber pendapatan bagi  petani. Dimana tanaman pinang betara ini tidak mudah diserang hama dan penyakit.

"Selain menjadi sumber pendapatan, pinang betara ini kita pilih karena dalam segi bidang penyakit boleh dikatakan tidak ada," ujar Kadis Disbunakkeswan Ir. Syahrizal melalui Kasi Sarana Dan Prasarana dan Pemasaran Nuraini SP, MSi saat dikonfirmasi, senen (21/0621) di ruang kerjanya.

Selain itu, lanjut Nuraini, tanaman pinang betara ini tidak banyak dibutuhkan seperti tanaman sawit, untuk pemupukannya hanya dilakukan sekali 4 bulan yang hanya dilakukan pemupukan sedikit demi sedikit.

"Tanaman pinang betara ini, diumur 3 tahunan biasanya sudah bisa di panen, dan untuk pemasarannya kita akan menjalin kemitraan dari sumbar dan jambi," kata Nuraini lagi.

Nuraini juga menjelaskan, bahwa ditahun anggaran 2021, Disbunakkeswan Kabupaten Kampar akan membagikan tanaman pinang betara sekitar 12.000 batang.

"Dimana dalam 1 hektar lahan, dapat ditanami sekitar 1.000 batang pohon dengan asumsi jarak tanam 4 x 3 meter, dan ini mampu ditanam seluas 12 hektar lahan," ungkap Nuraini lagi.

Adapun desa yang sudah dibagikan pada tahun ini, Desa Bandur Picak Kecamatan Koto Kampar Hulu, Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Desa Koto Tuo Barat Kecamatan XIII Koto Kampar, Desa Pulau Godang Kecamatan XII Koto Kampar, Desa Sipungguk Kecamatan Salo dan Desa Bukit Melintang Kecamatan Kuok.

"Setiap desa kita berikan bibit pinang betara ada yang 1,700, kecuali di desa pulau godang 1, 800 tergantung banyak kelompoknya," pungkas Nuraini.