TERKINI
Gerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

Pidato di Forum APEC, Jokowi: Tahun 2020 Sangat Sulit bagi Dunia

Pidato di Forum APEC, Jokowi: Tahun 2020 Sangat Sulit bagi Dunia

Presiden Joko Widodo menyebutkan, 2020 menjadi tahun yang sangat sulit bagi dunia. Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan semua negara memecahkan masalah yang tak terduga sebelumnya. Hal ini Jokowi sampaikan dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation ( APEC) CEO Dialogues yang digelar secara virtual, Kamis (19/11/2020). "Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia, sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, dengan adanya pandemi ini, seluruh negara ditantang menjawab keterbatasan dan menghitung kembali peluang, serta menciptakan terobosan dan inovasi yang sebelumnya tak terpikirkan. Kendati demikian, Jokowi percaya bahwa peluang dan kesempatan masih terbuka luas. Untuk itu, momentum krisis ini digunakan Indonesia untuk melakukan reformasi struktural dan membenahi regulasi serta birokrasi. "Secara extraordinary, kami membenahi regulasi yang ada, membenahi birokrasi yang ada agar dapat bergerak cepat melalui masa-masa yang sulit ini, sehingga siap membuka pintu seluas-luasnya bagi bussinessman dan bagi investor dengan cara-cara baru," ujarnya. Pembenahan regulasi yang dimaksud Jokowi yakni disahkannya omnibus law Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Melalui UU sapu jagat ini, dilakukan penyederhanaan regulasi secara besar-besaran, dari 79 undang-undang menjadi satu UU.

Jokowi menyebut tujuan utama pemerintah menyederhanakan puluhan UU tersebut adalah menciptakan iklim berusaha dan investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta investor asing. Ia berjanji, melalui UU Cipta Kerja regulasi yang tumpang tindih dan prosedur yang rumit dipangkas. Rantai birokrasi perizinan yang berbelit-belit akan dipotong. Pungutan liar yang selama ini menghambat usaha dan investasi pun diberantas. Namun, perlindungan terhadap lingkungan tetap diutamakan. "Omnibus law Cipta Kerja akan memberikan dampak yang signifikan bagi iklim usaha dan berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi.

Oleh karenanya, dalam forum tersebut, Jokowi mengundang para CEO dan pengusaha di kawasan Asia Pasifik untuk memanfaatkan peluang dari UU Cipta Kerja. "Saya yakin para pengusaha serta pelaku bisnis domestik dan internasional akan merasakan efek positif dari berbagai potensi dan insentif dari kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Indonesia di masa pandemi ini," kata dia.

 

Sumber: kompas.com