TERKINI
Gerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

Pemprov DKI Tiadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Pemprov DKI Tiadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Pemprov DKI Jakarta meniadakan perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 yang biasanya diadakan dengan pengumpulan massa.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut peniadaan perayaan Natal dan Tahun Baru lantaran saat ini Jakarta masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Yang pasti di tahun baru ini tidak ada perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Ariza saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Ariza menegaskan, meski nanti ada acara Natal dan tahun baru, maka acara akan dilaksanakan dengan protokol ketat dan tanpa ada pengerahan massa.

"Kita akan laksanakan cara sesuai protokol covid. Tidak ada pengerahan massa seperti tahun-tahun sebelumnya, konser musik konser budaya, tari-tarian, nyanyi-nyanyian dan sebagainya, tahun ini tidak ada lagi," ucapnya.

Tanpa Kerumunan

"Tahun baru ini, kita sedang mencari format yang baik, utamanya tidak ada kerumunan massa," tambahnya.

Selain itu, Ariza menyatakan Salah satu yang dilarang adalah perayaan kembang api di Monas.

"Iya betul, Kalau selama masih ada Covid-19 kita tidak perkenankan kegiatan apupun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus," tandasnya.

 

Sumber: liputan6