TERKINI
Direktur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak Dungun

APBD-P Kota Pekanbaru Disyahkan Sebesar Rp,2,784 Triliun,Fokus Penanggulangan Covid-19.

APBD-P Kota Pekanbaru Disyahkan Sebesar Rp,2,784 Triliun,Fokus Penanggulangan Covid-19.

DPRD Kota Pekanbaru  menggelar rapat Paripurna dengan agenda pengesahan “Anggaran Pendapat Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pekanbaru 2020”.Rabu (30/9).

 Rapat Paripurna yang  dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani dan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Nofrizal dari kantor DPRD Kota Pekanbaru serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Jamil.
Anggota DPRD Pekanbaru yang mengikuti rapat paripurna ini sendiri ada yang datang langsung dan ada juga yang mengikutinya melalui nvirtual.

Dalam rapat Paripurna  tersebut,Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru, Nofrizal mengatakan bahwa APBD Perubahan tahun anggaran 2020 menjadi Rp 2,784 triliun atau meningkat sebesar Rp 172,058 miliar atau 6,59 persen dan jika dibandingkan dengan APBD murni tahun anggaran 2020 sebesar Rp 2,612 triliun.

"Penambahan itu ada untuk penanggulangan Covid-19, namun ada beberapa sektor yang mengalami penurunan. Secara prinsip tidak jauh berbeda karena ada beberapa Refocusing dan dana bergeser untuk penanganan Covid-19," kata Nofrizal.

Dari hasil pergeseran anggaran DPRD Kota Pekanbaru berharap Pemko Pekanbaru untuk segera mendirikan laboratorium biomolekuler untuk menguji hasil Swab, karena peningkatan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 cukup tinggi dan di Pekanbaru setiap harinya bertambah sekitar seratusan orang.

 

 

Sementara itu, Pj Sekko M Jamil mengapresiasi pengesahan APBD Perubahan ini. Pemko akan menyampaikan ke Gubernur Riau, untuk segera masuk lembaran daerah. Sehingga bisa dijalankan oleh OPD terkait.

"Anggaran di perubahan memang kita fokuskan ke penanganan kesehatan, infrastruktur, dan kegiatan rutin lainnya," sebut Jamil.

Dijelaskan, di anggaran perubahan ini, beberapa OPD ada yang naik ada yang turun. Makanya Pemko akan melakukan penyesuaian di beberapa OPD tersebut.

"Kita lakukan percepatan belanja APBD Perubahan ini," janjinya.

Ditambahkannya lagi, untuk PAD pada perubahan APBD ini diproyeksi sebesar Rp 1,126,476 triliun lebih atau meningkat sebesar Rp 132,374 miliar atau 13,32 persen dari anggaran semula Rp 994,101 miliar lebih.

Dan dana perimbangan menurun sebesar Rp 186,951 miliar atau 13,20 persen dari anggaran semula Rp 1,416 triliun lebih.

Sementara, pendapatan sah meningkat Rp 226,634 dan pendapatan lain-lain yang sah meningkat Rp 226,634 miliar atau 112,58 persen dari anggaran semula  Rp 201,316 miliar lebih menjadi Rp 427,950 miliar.

"Belanja daerah secara keseluruhan pada APBD perubahan tahun 2020 sebesar Rp 2,798 triliun atau 7,07 persen dan meningkat sekitar Rp184,701 miliar yang diperuntukkan untuk belanja langsung dan tidak langsung," ungkapnya.