TERKINI
Gerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

Anis Bawesdan Tinjau Penggali Kubur Hingga Larut Malam

Anis Bawesdan Tinjau Penggali Kubur  Hingga Larut Malam

 

 Jakarta-Superriau. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (19/9/2020) malam pukul 21.00 WIB. Kegiatan kunjungan itu Anies unggah di akun Instagram-nya, @aniesbaswedan.

Dalam unggahan itu tampak sejumlah penggali kubur masih bersiaga. Para petugas itu mengenakan seragam hijau-hijau, dilengkapi masker dan sepatu boot menunggu jenazah datang untuk dimakamkan.

Pekerjaan para penggali kubur itu kini memang lebih berat dari biasanya. Mereka menangani jenazah-jenazah orang yang meninggal karena wabah Covid-19.

Dalam keterangannya, Anies menyebutkan, ada 45 jenazah yang pusaranya belum kering. Puluhan jenazah itu baru dimakamkan hari itu, penyebabnya karena Covid-19.

Di sana, Anies mengaku banyak mendengar cerita-cerita dari para penggali kubur. Bagaimana mereka bekerja di bawah terik matahari atau sorotan lampu malam.

Pada tengah malam, petugas tetap berjaga. Mereka akan menguburkan jenazah yang harus dimakamkan dengan protokol kesehatan pada malam itu juga.

"Malam telah larut, penggali kubur belum akan pulang. Menanti jika ada kewajiban lagi di tengah malam," tulis Anies di unggahannya itu.

Anies kemudian menghimbau warga Jakarta untuk tetap berdiam diri di rumah. Keluar rumah jika sangat penting saja. Jika harus keluar rumah, warga diingatkan untuk tetap berdiam diri di rumah. Keluar rumah jika sangat penting saja. Jika harus keluar rumah, warga diingatkan untuk selalu menggunakan masker.

Dalam unggahan itu tampak sejumlah penggali kubur masih bersiaga. Para petugas itu mengenakan seragam hijau-hijau, dilengkapi masker dan sepatu boot menunggu jenazah datang untuk dimakamkan.

Pekerjaan para penggali kubur itu kini memang lebih berat dari biasanya. Mereka menangani jenazah-jenazah orang yang meninggal karena wabah Covid-19.

Dalam keterangannya, Anies menyebutkan, ada 45 jenazah yang pusaranya belum kering. Puluhan jenazah itu baru dimakamkan hari itu, penyebabnya karena Covid-19.

Di sana, Anies mengaku banyak mendengar cerita-cerita dari para penggali kubur. Bagaimana mereka bekerja di bawah terik matahari atau sorotan lampu malam.

Pada tengah malam, petugas tetap berjaga. Mereka akan menguburkan jenazah yang harus dimakamkan dengan protokol kesehatan pada malam itu juga.

"Malam telah larut, penggali kubur belum akan pulang. Menanti jika ada kewajiban lagi di tengah malam," tulis Anies di unggahannya itu.

Anies kemudian menghimbau warga Jakarta untuk tetap berdiam diri di rumah. Keluar rumah jika sangat penting saja. Jika harus keluar rumah, warga diingatkan untuk selalu menggunakan masker.

 

Cek ketersediaan lahan

Lurah Pondok Ranggon, M Nur Hilal sebelumnya mengatakan, kunjungan Anies tersebut dilakukan pada pukul 21.00 dan secara mendadak.

"Pengelola TPU pun enggak mengetahui kunjungan Pak Gubernur. Mungkin sengaja dilakukan mendadak biar enggak berkerumun," kata Hilal seperti dilaporkan Tribunnews.com.

Hilal yang tiba di TPU Pondok Ranggon beberapa saat sebelum Anies datang pun tak secara langsung mendampingi Anies.

Tim protokoler Anies melarang kerumunan sehingga Hilal hanya melihat dari area parkiran TPU tanpa mengetahui pasti maksud kedatangan.

"Tapi Pak Gubernur didampingi Binmas dan Babinsa Kelurahan Pondok Ranggon. Pak Gubernur menemui penggali makam dan berbincang dengan mereka," ujarnya.

Hilal, dengan mengutip keterangan para penggali kubur, mengatakan bahwa Anies hendak memastikan ketersediaan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di lokasi itu. Anies meminta kepada penggali makam agar diantar ke lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon.

"Keterangan dari koordinator penggali makam, Pak Gubernur menanyakan ketersediaan lahan dan kesehatan para penggali makam. Pak Gubernur sekitar 30 menit di TPU Pondok Ranggon," ujar Hilal.