TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Terkonfirmasi Covid 19,Pegawai Dinas PUPR Riau WHF

Terkonfirmasi Covid 19,Pegawai Dinas PUPR Riau WHF

Salah satu pegawai Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Terkonfirmasi Positif Corona. Aktivitas Kantor dilakukan bekerja dari rumah atau Work From Home  (WFH).

Kepala Dinas PUPR Riau, Taufik OH, Rabu (26/8/2020) membenarkan jika pegawai di kantornya masih menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Sebab para pegawai di dinas PUPR Riau baru saja menjali swab massal Selasa (25/8/2020) kemarin. 

"Baru kemarin swabnya, jadi hasilnya belum keluar, makanya mereka masih bekerja dari rumah sampai hasil swabnya keluar," kata Taufik.

Pihaknya memperkirakan hasil swab pegawai PUPR baru akan diketahui tiga hari kedepan. Sehingga kebijakan WFH masih akan berlanjut hingga akhir pekan nanti.

"Kalau hasilnya keluar dalam minggu dan hasilnya semua negatif, minggu depan sudah bisa masuk kantor kembali," ujarnya.

Taufik mengungkapkan, eluruh pegawainya di Dinas PUPR harus diliburkan dan tidak masuk kantor untuk bekerja. Semua tugas dilaksanakan di rumah. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab pasca adanya pegawai yang positif Covid-19 tersebut, seluruh pegawai di dinas tersebut langsung diswab. 

“Jadi saya lapor ke Pak Gubernur dan kami diizinkan untuk work from home sampai hasil swab keluar para pegawai kita keluar,” katanya.

Sumber: Mcr