TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

HMS Montrose Hadapi 115 Konfrontasi Dengan IRGC Iran

HMS Montrose Hadapi 115 Konfrontasi Dengan IRGC Iran

HatamiNews, Internasional - Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Montrose, telah menghadapi 115 konfrontasi dengan pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran di Teluk Persia sejak awal Juli. Kapten kapal, Will King, 41, mengungkap hitungan konfrontasi tersebut.

King mengatakan militer Iran telah menguji HMS Montrose hampir setiap hari dengan pesawat serang cepat dan drone yang dikerahkan sedekat 200 meter untuk mengintimidasi kapalnya. 

"Teheran memendam niat terus-menerus untuk mengganggu atau mengganggu kepentingan Inggris di wilayah tersebut," katanya, sebagaimana dilaporkan The Times, Senin (2/9/2019).

Personel IRGC Iran telah menggencarkan pesan agresif melalui radio kepada para personel Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Pasukan IRGC, menurut laporan tersebut, juga mengejek kapal fregat Tipe 23 itu setelah kapal perang itu gagal mencegah perampasan kapal tanker minyak Stena Impero yang berbendera Inggris enam minggu lalu.

Lebih lanjut laporan itu juga mengungkap bahwa pasukan IRCG menembakkan sistem pertahanan pantai mereka dan menargetkan rudal jelajah ke arah kapal HMS Montrose.

King mengakui dia dan kru kapal perang HMS Montrose gagal mencegah perampasan kapal tanker minyak Stena Impero karena datang terlambat 45 menit di perairan teritorial. Meski masih melihat kapal tanker minyak tersebut, King dan krunya secara hukum tidak bisa mengejar kapal tanker yang sudah memasuki perairan teritorial Iran.

Dia juga mengungkapkan bahwa agresi IRGC Iran terhadap Inggris meningkat pada hari-hari setelah perampasan Stena Impero, di mana Angkatan Laut IRGC mulai menuntut untuk mengetahui kewarganegaraan para pelaut pedagang di semua kapal yang transit di Selat Hormuz.

Teheran diduga terus memburu warga Inggris setelah dikejutkan oleh ketiadaan pelaut Inggris di atas kapal Stena Impero. Iran sejak itu telah menghentikan upaya untuk mengidentifikasi warga Inggris di kapal berbendera lain, tetapi Departemen Transportasi dan organisasi maritim Inggris berhubungan dengan perusahaan pelayaran untuk memastikan bahwa Angkatan Laut Kerajaan Inggris terus mengikuti keberadaan para pelaut niaga Inggris yang memasuki Teluk Persia. 

The Times dalam laporannya mengklaim menyaksikan konfrontasi dengan IRGC Iran ketika jurnalisnya berada di atas kapal HMS Montrose minggu lalu. Pasukan IRGC disebut mengerahkan kendaraan udara tak berawak di atas kepala ketika kapal fregat Inggris itu mengawal tiga kapal kargo berbendera Inggris. Sebuah kapal militer Iran yang sebelumnya tak terlihat juga dikerahkan di dekat situ.

Komodor Dean Bassett, perwira paling senior Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang ditugaskan di Teluk Persia, mengatakan bahwa Inggris akan meningkatkan kemampuan intelijen, pengawasan dan pengintaiannya di wilayah tersebut. 

"Dalam beberapa bulan terakhir kami telah melihat perubahan dramatis terhadap keamanan di kawasan ini," katanya. Inggris dapat memindahkan drone dari armada Reaper, yang berbasis di Kuwait untuk memberikan pengawasan terhadap ISIS di Suriah dan Irak, ke Teluk Persia.(red) 

Sumber: sindo
Tag berita