TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Bupati Kasmarni Hadiri Rapat Participating Interest (PI) 10 Persen Bersama KPK RI

Bupati Kasmarni Hadiri Rapat Participating Interest (PI) 10 Persen Bersama KPK RI

PEKANBARU – Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen di Wilayah Kerja Provinsi Riau yang diselenggarakan di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Rabu (24/6/2026).

Rapat koordinasi ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk mengevaluasi tata kelola pendapatan daerah dari sektor minyak dan gas bumi (migas).

Acara dipimpin langsung oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing, serta jajaran Kepala Daerah se-Provinsi Riau.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo menyampaikan bahwa intervensi KPK di Provinsi Riau bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola PI 10 persen. Hasil deteksi dari KPK diharapkan menjadi instrumen evaluasi bersama untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah penghasil migas secara adil dan akuntabel melalui penguatan data serta sinergi lintas sektoral.

Merespons paparan tersebut, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi rekomendasi yang diberikan oleh KPK RI. Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menjadikan data deteksi tersebut sebagai dasar perbaikan regulasi dan tata kelola PI 10 persen bersama jajaran pemerintah kabupaten/kota.

Di sela rapat, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni memanfaatkan momentum ini untuk mendorong keterlibatan strategis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bengkalis, yakni PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ).

Di hadapan perwakilan KPK RI dan jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas, Kasmarni meminta agar PT BLJ diberikan porsi dan ruang kontribusi yang lebih luas.

“Kami berharap ke depan PT BLJ dapat diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan strategis sektor migas. Dengan keterlibatan yang lebih besar, keberadaan BUMD ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya mendukung percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bengkalis,” tegas Kasmarni.

Guna mengawal agenda strategis ini, Bupati Bengkalis didampingi tim delegasi yang kuat, di antaranya Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra TH, Inspektur Daerah Radius Akima, Kepala Bapenda Muhammad Thaib, Kadis Kominfotik Agus Sofyan, Kepala BPKAD Aready, Kepala Bappeda Rinto, Kepala DPMPTSP Khairi Fahrizal, Sekretaris Inspektorat Daerah Dedy Kurniawan, Kabag Hukum Mohd. Fendro Arrasyid, Kabag Perekonomian Asnurial, dan Kabag Prokopim Syafrizal. (Inf/Rhmt)