Kadis Perikanan Kampar Sambut Kunjungan PT. PSPI, Dukung Pengembangan Baung Lokal
KAMPAR – Menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama Tahun 2023 antara Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN dan PT. Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) tentang Pengembangan Potensi Perikanan Darat Lokal dan Riset Teknologi Reproduksi Perbantuan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus), PT. PSPI melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Senin (02/02/2026).
Rombongan PT. PSPI dipimpin oleh Bapak Rexi Yunanto, Kepala Humas PT. PSPI, didampingi Bapak Sadarlis, Ketua P2MKP Alam Bendungan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, didampingi Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Perbenihan, serta Kepala Bidang Budidaya.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak Rexi Yunanto menyampaikan bahwa kolaborasi antara APP–BRIN dan P2MKP masih terus berlanjut, khususnya dalam mendukung Program Fire Prevention yang diintegrasikan dengan kegiatan pelatihan serta bantuan usaha perikanan.
Program ini diarahkan untuk mewujudkan sentra budidaya perikanan darat berbasis agro-silvofishery di Provinsi Riau, dengan ikan baung (Hemibagrus nemurus) sebagai ikon program perikanan DMPA.
Desa Mandiri Peduli Api merupakan program kolaboratif (terutama APP/Sinar Mas Group bersama mitra dan pemerintah) yang bertujuan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis usaha produktif berkelanjutan.
Sehubungan dengan hal tersebut, PT. PSPI mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar terhadap pengembangan potensi perikanan darat lokal serta pelaksanaan riset teknologi reproduksi perbantuan ikan baung.
Direncanakan, tahap pembenihan ikan baung akan dilaksanakan pada 11–13 Februari 2026 di Sei Paku, Kecamatan Kampar Kiri.
Sementara itu, Ketua P2MKP Alam Bendungan, Bapak Sadarlis, menyampaikan bahwa kerjasama ini diyakini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelompok pembudidaya. Ia berharap budidaya ikan baung semakin dikenal luas, produktivitas meningkat, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Bapak Zulfahmi, S.Pi., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap kerjasama yang dinilai sangat tepat dan strategis. Ia menegaskan bahwa P2MKP Alam Bendungan merupakan kelompok binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar yang selama ini telah eksis dalam kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan baung, didukung oleh sistem irigasi yang baik serta sarana kolam budidaya yang memadai. Ia juga berharap hasil ikan baung dari program CSR ini nantinya dapat dirilis dan dilaunching langsung oleh Kepala Daerah.
Di sisi lain, Kepala Bidang Perbenihan, Joko Suroso, berharap agar Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dapat dilibatkan secara resmi dalam proses riset teknologi reproduksi perbantuan ikan baung. Hal ini dinilai penting agar ke depan program tersebut dapat disinergikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) sehingga dapat masuk dalam jejaring perbenihan ikan nasional.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Dwi Agusrianto, berharap adanya ruang diskusi yang lebih intensif dengan pihak BRIN, mencakup aspek kerjasama, ruang lingkup, peran para pihak, hingga rencana aksi yang terukur. Menurutnya, hal tersebut penting guna mengoptimalkan potensi yang ada agar riset ikan baung dapat berjalan tuntas sesuai harapan.
Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya, Adri Dwison, menaruh harapan besar agar produksi budidaya ikan baung di Kabupaten Kampar dapat terus meningkat, mengingat nilai jual ikan baung hingga saat ini masih tergolong tinggi dan memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan.




Komentar Via Facebook :