TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Hasil Swab 13 Pegawai BPKAD Negatif

Hasil Swab 13 Pegawai BPKAD Negatif

 Hasil swab sebanyak 13 pegawai di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, sudah keluar. Semuanya dinyatakan negatif atau tidak terpapar virus corona.

"Ya, hasilnya sudah keluar Sabtu (27/6/2020) kemarin, Alhamdulillah semuanya negatif," ungkap Kepala BPKAD Kota Pekanbaru Syoffaizal kepada wartawan Senin (29/6).

Disampaikan Syoffaizal, belasan pegawai itu menjalani pemeriksaan swab tes pada Rabu (24/6) lalu karena diketahui pernah kontak dengan salah seorang pasien positif corona.

"Karena ada yang kontak dengan pasien positif, maka kita lakukan tes swab," ucapnya.

Selain swab tes, lanjut Syoffaizal, dirinya bersama puluhan pegawai BPKAD lainya juga sudah menjalani pemeriksaan rapid test secara massal pada Rabu lalu.

"Alhamdulillah, seluruhnya nonreaktif," kata dia.

Lebih jauh disampaikan Syoffaizal, pemeriksaan swab test dan rapid test bertujuan untuk mengetahui kondisi real para pegawai yang dalam kesehariannya bertugas melayani masyarakat secara langsung.

"Sehingga para pegawai di BPKAD tetap produktif dalam menjalani aktivitas bekerja sehari-hari tanpa merasa takut terjangkit Covid-19," tutupnya.