TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Rapid Test Massal di Masjid Agung Ar-Rahman, Dua Orang Reaktif.

Rapid Test Massal di Masjid Agung Ar-Rahman, Dua Orang Reaktif.

 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar rapid test massal di Masjid Paripurna Ar-Rahman, Selasa (9/6). Selain diikuti Imam Masjid Paripurna se-Pekanbaru, rapid test juga diikuti warga dan pihak keamanan.

"Ada anggota keamanan juga, masyarakat sekitar juga ada. Sudah semua Imam Masjid rapid test, non reaktif semua," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, M Amin.

Ada 250 alat rapid test disediakan, data terakhir yang diterima ada 104 orang yang ikut rapid test. Awalnya, hanya ada 100 alat disediakan. Lantaran banyak masyarakat yang datang, alat rapid test ditambah sebanyak 150 alat lagi.

"Pertama kita siapkan 100 alat, kemudian kita tambah lagi 150 alat. Masyarakat juga banyak yang datang. Yang ikut tadi 104, reaktif 2 orang. Ini warga yang reaktif," jelasnya.

Dua warga yang dinyatakan reaktif itu, kata Amin langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Kita bawa ke rumah sakit, ambil sampel swab," jelasnya.