TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

800 Alat Rapid Test Masih Tersedia, Pemko Gencar Cari OTG Covid-19

800 Alat Rapid Test Masih Tersedia, Pemko Gencar Cari OTG Covid-19

 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus gencar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu upaya dengan melakukan rapid tes masal dalam mencari Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin mengatakan, Pemko Pekanbaru terus berupaya dalam menekankan jumlah kasus Covid-19 di Pekanbaru. Sesuai dengan arahan Wali Kota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT untuk terus mencari OTG dengan melakukan rapid test massal. 

"Ada sekitar 800-an lebih alat rapid test yang masih tersedia. Untuk rapid test massal berikutnya memang ada rencana, tapi kita masih koordinasi dengan tim gugus," ujar Amin, Selasa (9/6/2020). 

Pelaksanaan rapid test masal sendiri dikatakan Amin, tidak mesti di wilayah zona merah saja. Namun dapat dilakukan di tempat atau pusat keramaian masyarakat, seperti pasar. 

Menurutnya, orang dengan tanpa gejala dapat membahayakan. Dimana seseorang terlihat sehat dan tanpa memiliki gejala Covid-19, sehingga dia dapat menularkan ke orang lain yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

"Jadi, nanti bisa saja kita laksanakan di pasar misalnya, tidak mesti di zona merah saja," jelasnya. 

Hari ini juga telah diselenggarakan rapid test masal kepada seluruh Imam masjid paripurna se-Kota Pekanbaru. Dari 137 orang yang mengikuti, satu orang diantaranya dinyatakan reaktif. Rapid test massal yang diselenggarakan Pemko Pekanbaru tidak dipungut biaya alias gratis.