TERKINI
Tingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan ApresiasiPlt Kadis Dikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Akibat Dampak Kabut AsapTim Gabungan Razia Pekat Dipimpin Wakil Wako Pekanbaru, 28 Orang Diamankan di 4 Titik PenginapanTingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Wabup Kampar, Misharti Kunker ke PLUT KUMKM BatamBupati Kampar Resmikan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Targetkan Jadi Pusat Riset InternasionalAksi Respon Cepat Wabup Kampar, Misharti Berikan Pertolongan Pertama Pada Korban LakalantasSosialisasi UU PKDRT dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dibuka Wabup Kampar di TapungWali Kota Pekanbaru Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tiga Titik oleh Pemprov RiauKonsultasi Strategi ke Provinsi, Wabup Kampar Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemberdayaan PerempuanWakil Bupati Kampar, Misharti Pimpin Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di TapungWakil Wako Pekanbaru Lantik 19 Pejabat ASN Melalui Sistem Manajemen Talenta, Berikut Namanya

71 Jenazah Sudah Dimakamkan di TPU Tengku Mahmud Rumbai

71 Jenazah Sudah Dimakamkan di TPU Tengku Mahmud Rumbai

 Sejak pandemi Virus Corona atau Covid-19, sudah 71 jenazah yang dimakamkan di Tempat Pemakama Umum (TPU) Tengku Mahmud, Kecamatan Rumbai. 

Beberapa jenazah yang dimakamkan di sana tidak seluruhnya pasien asal Kota Pekanbaru. 

Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi mengatakan, jenazah warga Pekanbaru yang dimakamkan di TPU itu sebanyak 60 jenazah. 

"Yang dimakamkan per tanggal 21 Mei 71 jenazah. PDP dan positif," kata dr Mulyadi, Kamis (21/5). 

Mulyadi merinci, jenazah yang dimakamkan di sana empat di antaranya positif Covid-19 dan 56 jenazah PDP. Mulyadi menjelaskan, dari 56 jenazah PDP itu hampir seluruhnya dinyatakan negatif.

"54 hasil negatif, karena PDP di makamkan secara protokol kesehatan, dua belum keluar hasilnya," jelas dr Mulyadi.