TERKINI
Tingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan ApresiasiPlt Kadis Dikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Akibat Dampak Kabut AsapTim Gabungan Razia Pekat Dipimpin Wakil Wako Pekanbaru, 28 Orang Diamankan di 4 Titik PenginapanTingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Wabup Kampar, Misharti Kunker ke PLUT KUMKM BatamBupati Kampar Resmikan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Targetkan Jadi Pusat Riset InternasionalAksi Respon Cepat Wabup Kampar, Misharti Berikan Pertolongan Pertama Pada Korban LakalantasSosialisasi UU PKDRT dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dibuka Wabup Kampar di TapungWali Kota Pekanbaru Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tiga Titik oleh Pemprov RiauKonsultasi Strategi ke Provinsi, Wabup Kampar Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemberdayaan PerempuanWakil Bupati Kampar, Misharti Pimpin Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di TapungWakil Wako Pekanbaru Lantik 19 Pejabat ASN Melalui Sistem Manajemen Talenta, Berikut Namanya

Dari 37 PDP Corona di Siak, 30 Sudah Sembuh dan Tinggal 1 Dirawat

Dari 37 PDP Corona di Siak, 30 Sudah Sembuh dan Tinggal 1 Dirawat

 Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan sembuh dan tidak terjangkit virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Siak terus meningkat. Sampai saat ini  hanya tinggal satu pasien yang dirawat di RSUD Tengku Rafian.

 

"Dari total 37 PDP, 30 orang sudah sembuh, meninggal dunia enam dan tinggal satu dirawat di RSUD Tengku Rafian Siak dari Kecamatan Tualang," kata Sekretaris Gugus Tugas Penangganan COVID-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono, Rabu (6/5/2020).

 

Pasien inisial W (22) dirawat sejak 29 April lalu. Pasien menunjukkan gejala di paru sehingga ditetapkan sebagai PDP beberapa hari lalu.

 

Kondisi pasien sekarang tidak sadarkan diri di ruang isolasi. Selain itu sudah diambil swabnya untuk dikirim ke laboratorium provinsi. "Mudah-mudahan kondisinya membaik dan cepat sembuh," imbuh Budhi.

 

Sementara itu, enam PDP yang meninggal dunia saat ini baru tiga yang keluar hasil swabnya dan negatif. Sedangkan tiga lagi masih menunggu hasil apakah positif atau negatif.

 

"Memang yang meninggal ini hasilnya lama keluar. Sepertinya didahulukan yang masih dirawat keluar hasil swabnya," tambah dia.

 

Sedangkan pasien yang positif Covid-19, yakni satu orang dan juga sudah sembuh. Pasien laki-laki itu juga sudah beraktivitas yang berasal dari Kecamatan Kandis.

 

Selain itu, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 3.575 orang, dan 2.836 di antaranya selesai pemantauan. Masih ada 725 orang lagi dalam pemantauan dan 14 orang tanpa gejala.

 

Terkait Siak zona merah atau hijau, Budhi mengatakan Covid-19 secara resmi tidak ada dikatakan pemahaman zona. Tapi indikasinya adalah wilayah transmisi lokal dianggap memiliki risiko tinggi penularan, sehingga digambarkan warna merah dan yang belum warna hijau.

 

"Ini hanya pemahaman pembuat dashboard. Sebenarnya tidak ada pemahaman cluster merah atau hijau. Di zona hijau bisa saja terjadi transmisi lokal, bisa kejadian seperti di Bengkalis tak ada kemanapun. Tak menjamin kalau hijau itu aman," pungkasnya.