TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Pesan WhatsApp Beredar Modus Penipuan, Catut Nama Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kampar

Pesan WhatsApp Beredar Modus Penipuan, Catut Nama Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kampar
Foto Ilustrasi (net)

KAMPAR - Baru baru ini beredar pesan melalui WhatsApp dengan modus  mengatasnamakan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kampar dengan modus dugaan penipuan berisi permintaan yang harus dipenuhi.

Dimana, hal itu dikatakan Kadis Kominfo  Kampar Yuricho Efril, bahwa ada laporan dari beberapa orang kepala OPD yang mengatakan bahwa dirinya dihubungi orang melalui WhatsApp yang mengaku sebagai Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kampar.

"Ya pada hari ini saya menerima laporan dari teman - teman kepala OPD (Damkar dan BPBD), bahwa mereka dihubungi orang (oknum) melalui WhatsApp (WA) yang mengaku sebagai Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kampar," kata Yuricho, Selasa sore (27/9).

Ia juga mengungkapkan, lantas para kepala OPD tersebut menanyakan kepada dirinya apa benar nomor WhatsApp tersebut adalah nomor kontaknya Kasi Intel dan Kasi Pidsus.

"Mereka mengkonfirmasi kepada saya, apakah benar itu nomor kontaknya Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Kampar," beber Yuricho.

Sementara, Kadis Damkar dan Penyelamatan Arizon membenarkan, bahwa dirinya dalam beberapa hari yang lalu dihubungi orang melalui chat WhatsApp yang mengaku Kasi Intel Kejari Kampar.

"Orang tersebut mengaku sedang menemani tamu dari Kejagung dan meminta sesuatu (uang) kemudian tidak saya tanggapi," kata Arizon.

Menanggapi hal itu, Kasi Intel Kejari Kampar, Rendy Winata membenarkan, ia menjelaskan dimana pesan singkat itu dengan bermoduskan untuk memuluskan suatu kasus yang akan diproses pihak penegak hukum dan juga meminta nominal angka.

"Ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Saya minta semua pihak jangan ada yang percaya apabila ada oknum yang mengatasnamakan nama saya. Apalagi ada permintaan," kata Kasi, Intel Rendy Winata, Selasa (27/9/22).

Ia menuturkan, bahwa aksi penipuan itu telah terjadi beberapa hari belakangan ini. Dimana ada oknum yang mencatut namanya untuk melakukan penipuan.

Kepada seluruh OPD atau para kolega serta pihak terkait, Rendy mengimbau, agar tidak percaya dengan modus yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Ia juga mengaku, bahwa persoalan ini sudah disampaikan langsung oleh pimpinannya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Rendy menegaskan, nomor yang digunakan oleh oknum itu bukanlah nomor yang dimilikinya.

Ia meminta agar seluruh masyarakat untuk berhati-hati, karena itu merupakan modus penipuan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

"Jangan percaya apabila ada yang mengataskan nama saya. Itu tidaklah benar alias Hoax," tandasnya.

Sebagai informasi, modus oknum yang mengatasnamakan Kasi Intel Kejari Kampar telah terjadi di Kabupaten Kampar.

Untuk lebih meyakinkan, pelaku juga memasang foto profil seorang Jaksa. Salah seorang Kepala Sekolah dan OPD hampir saja ditipu oleh oknum tersebut.

Pelaku melakukan modus dengan menggunakan nama Kasi intel untuk meminta sesuatu berkaitan dengan suatu perkara.

Hal senada juga disampaikan Kasi Pidsus Kejari Kampar, Amri Rahmanto Sayekti. Ia menegaskan bahwa nomor atau kontak WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya adalah modus penipuan dan bukan dirinya.

"Oknum yang mengaku sebagai diri saya itu adalah penipuan dan itu bukan diri saya, nomor kontak saya cuma satu," kata Kasi Pidsus Amri.

Amri berharap, kepada Kepala OPD, Pejabat ataupun masyarakat agar tidak mengindahkan. "apalagi orang tersebut sampai meminta sesuatu," tegas Amri.