TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Warga di Kuala Cenaku Inhu, Riau, Dihebohkan Gajah Rusak Kebun

Warga di Kuala Cenaku Inhu, Riau, Dihebohkan Gajah Rusak Kebun
Foto terlihat seeokor gajah masuk ke kebun warga

INHU - Dua Ekor gajah liar dikabarkan telah merusak kebun masyarakat  di Desa Teluk Sungkai Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. 

Dikatakan salah seorang warga bernama Hendra Saputra warga Dusun Sekayan deras Desa teluk Sungkai, Gajah tersebut sudah sejak seminggu lebih berkeliaran dan merusak kebun sawit di Sungai Cenaku, dan perkebunan sawit warga.

"Saya sempat videokan gajah itu, dan mengambil foto kebun-kebun warga yang dirusak Gajah liar itu," kata Henda Minggu (17/04/22).

Hendra berharap aparat berwenang segera mengambil tindakan terhadap gajah liar itu. Ia juga menyebutkan masalah ini sudah disampaikan kepada Kepala Desa Teluk Sungkai.

Terpisah, plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, ibu Fifin Arfiana Jogasara saat dihubungi PELITARIAU melalui sambungan telepon selulernya menyebutkan, laporan terhadap gajah di Sungai Cenaku tersebut telah masuk ke BBKSDA Riau, dan dalam proses penanganan.

"Ya, sudah kita proses, dan tim kita sudah kesana untuk mengambil sampel Kotoran dari Gajah itu guna melihat DNA nya," ujar Fifin Arfiana Jogasara.

Diterangkannya juga, bahwa penanganan gajah ini tidak lah mudah, dan memerlukan waktu.

"Mohon bersabar ya, kami akan bekerja secepatnya, karena penanganan masalah gajah ini butuh proses," pinta Fifin Arfiana Jogasara.

Fifin Arfiana Jogasara menerangkan bahwa gajah yang melakukan pengrusakan kebun warga di Desa Teluk Sungkai, Sungai Cenaku tersebut adalah gajah jantan yang memisahkan diri dari kelompoknya.

"Sudah digiring ke kelompoknya, tetap saja memisahkan diri, dan jumlahnya ada dua ekor," terang Fifin Arfiana Jogasara.***