TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Panen Ikan Di Kolam Polsek Koto Gasib, Warga Mendapat Berkah

Panen Ikan Di Kolam Polsek Koto Gasib, Warga Mendapat Berkah

SIAK. Superriau.com - Polsek Koto Gasib memanen ikan dari kolam
yang berada di belakang Mapolsek.

Kolam, ternak itik dan kebun holtikultura yang dikelola oleh Bhabinkamtibmas Pangkalan Pisang Bripka Mahadir bersama Nurani Zai (49), ibu empat anak yang sejak beberapa bulan lalu menjadi muallaf.

Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan pada Ahad (4/10) pagi. Lebih jauh dikatakannya, ada beberapa ribu ikan nila dan patin yang disemai di kolam itu.

“ Personel Polsek memang rajin memberi makan ikan-ikan itu. Mungkin itu sebabnya ikan ikan cepat besar, ” ungkap Kapolsek Suryawan.

Memanen ikan disebutkannya, tidak hanya melibatkan Bhabinkamtibmas Mahadir dan Nurani yang mengelola kebun, ternak itik dan kolam, tapi juga personel Polsek dan warga sekitar.

“ Hasilnya sangat banyak, untuk tahap awal, ikan kami bagi-bagikan ke warga. Di tengah pandemi seperti ini, tubuh harus mendapat asupan gizi yang baik. Hal itu didapat dari ikan dan sayuran, selain daging tentunya, ” ungkap Kapolsek Suryawan.

Sebenarnya menurut Kaposek Suryawan, keberadaan kolam, ternak itik dan kebun holtikultura di belakang Mapolsek sebagai satu usaha mengisi lahan kosong. Sekaligus sebagai upaya bagaimana mengelola
lahan kosong menjafi bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

“Jika bicara ketahanan pangan dan ekonomi mandiri, mengelola lahan ini salah satu cara menuju ke sana. Makanya kami minta Nurani yang mengelolanya. Sehingga benar-benar dapat bermanfaat untuk diri dan keluarganya,” jelas Kapolsek Suryawan.

Setiap hari itik-itik itu bertelur, telurnya bisa langsung dipasarkan. Dan yang tak terjual dibuat telur asin. Namun, menurut Kapolsek Suryawan, tinggi permintaan telur itik, sehingga selain harganya bagus, pemasarannya lancar.
Demikian juga sayur mayur yang ada di kebun tersebut, sebagian sudah bisa dipanen dan dipasarkan oleh Nurani.

“ Saya merasa senang, sebab lahan di belakang Mapolsek yang sebelumnya kosong begitu saja, kini bisa bermanfaat untuk warga. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk PT KTU atas bibit dan teknik penanaman yang diajarkan sehingga tumbuh subur dan berkembang dengan baik ,” ucap Kapolsek Suryawan.