TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Pamerkan Patung Wanita Telanjang Direktur Meseum Mundur

Pamerkan Patung Wanita Telanjang Direktur Meseum Mundur
meseum

Internasional - Direktur museum seni Kirgistan, Mira Djangaracheva mengundurkan diri usai menggelar pameran seni feminisme. Pameran bertajuk kebebasan ekonomi perempuan itu dikecam karena menampilkan wanita telanjang.

Dia mengaku mundur secara sukarela menyusul reaksi negatif dari kaum konservatif. Selain itu, kata dia, para stafnya juga mendapat ancaman.

"Sayang sekali ini diprakarsai oleh orang-orang yang belum pernah ke museum," kata dia lewat akun Facebook, Senin (02/12/19) seperti dikutip dari AFP.


Pameran tersebut menampilkan tubuh perempuan dalam karung tinju. Seniman Denmark Julie Savery turut memerankan perempuan telanjang untuk menyoroti kondisi buruk para pekerja seks.

Panitia mendedikasikan pameran ini untuk mengenang 17 perempuan imigran asal Kirgistan  yang tewas dalam kebakaran gudang di Moskow pada 2016 lalu. Namun, pameran seni ini menuai kecaman.

Kementerian Budaya Kirgistan mengkritik pameran tersebut karena menggunakan bahasa provokasi sehingga membuat kesal pengunjung.

Anggota parlemen Makhabat Mavlyanova menjadi salah satu kaum konservatif yang menyerukan pemecatan Djangaracheva.

Mavlyanova pernah terlibat pertikaian dengan kaum sekuler terkait gaun pengantin yang terbuka di bagian bahu.

Kelompok feminis dan LGBT seringkali mendapat serangan di Kirgistan. Mereka memilih kabur dari negara mayoritas Muslim itu dan terbang ke Rusia.

Hingga saat ini ratusan ribu orang Kirgistan dilaporkan telah bekerja di Moskow dan kota-kota lain di Rusia.

Sumber: cnn