TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Top! Vaksin Corona Moderna Sukses Hasilkan Antibodi di Lansia

Top! Vaksin Corona Moderna Sukses Hasilkan Antibodi di Lansia

Vaksin Covid-19 buatan Moderna sukses menciptakan antibodi penawar dan cell-T pada orang tua dan lansia. Bahkan antibodi yang dihasilkan lebih tinggi dari orang yang telah pulih dari Covid-19.

Moderna menguji vaksin pada 10 orang dewasa berusia 56 tahun dan 70 tahun, lalu 10 orang dewasa lanjut usia 71 tahun ke atas. Setiap peserta menerima dua dosis 100 mikrogram vaksin dalam 28 hari.

Dalam penjelasan Moderna, vaksin itu juga tampaknya dapat ditoleransi dengan baik, tanpa efek samping yang membahayakan. Beberapa pasien cuma melaporkan kelelahan, menggigil, sakit kepala dan nyeri di tempat suntikan. Sebagian besar gejala hilang dalam dua hari, ujar Moderna seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (27/8/2020).

Vaksin dari Moderna adalah salah satu dari beberapa yang sedang dikembangkan untuk melawan virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 23,9 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 820.100, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Vaksin eksperimental Moderna mengandung materi genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA, yang diharapkan para ilmuwan memicu sistem kekebalan untuk melawan virus. Pada Mei, perusahaan merilis data awal yang menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan antibodi pada 45 orang dewasa yang sehat.

Para ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan bahwa studi fase satu itu kecil, dan hasilnya mungkin berbeda untuk populasi lain, termasuk orang tua yang umumnya memiliki respons kekebalan yang lebih lemah. Data terbaru ini kemungkinan akan meningkatkan harapan akan ada vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah Covid-19 pada akhir tahun atau awal 2021.

Bulan lalu, perusahaan memulai uji klinis fase tiga pada 30.000 orang untuk melihat tingkat keamanan dan efektivitas vaksin. Uji ini diperkirakan akan selesai pada Oktober 2020.

Moderna mengenakan biaya US$ 32 hingga US$ 37 per dosis untuk vaksin virus corona. Awal bulan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Moderna dalam kesepakatan senilai US$ 1,53 miliar.

Sumber: CNBC