TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

DAK Riau Belum Jelas, Syamsuar; Kami Ingin Kepastian

DAK Riau Belum Jelas, Syamsuar;  Kami Ingin Kepastian

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau butuh kepastian terkait ketersedian anggaran untuk merealisasikan DAK (Dana Alokasi Khusus), guna menghindari terjadinya kekeliruan, dan tunda bayar kepada para pengembang.

 

"Kami membutuhkan kepastian dari pihak penyedia anggaran agar realisasi sumber dana ini bisa terserap secara maksimal. Karena sejauh ini untuk realisasi tingkat provinsi tidak ada persiapan berarti," ungkap Gubri Syamsuar, Kamis (13/8/2020).

 

"Sebenarnya kami hanya butuh kepastian soal ketersediaan anggarannya. Seperti kemarinkan DAK ini kurang. Jangan nanti setelah kita tender, duitnya tak ada. Yang penting ada kepastian anggaran saja," terangnya.

 

Ia menyampaikan, bahwa sepanjang kepastian anggaran ada, maka Pemprov Riau lebih leluasa menentukan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jumlah anggaran yang tersedia dan merujuk pada ketentuan yang berlaku.

 

"Selama ini, berjalannya DAK sesuai terget memang sangat diharapkan. Dan alhamdulillah sejauh ini kalau yang berkaitan dengan DAK, kita tak pernah bermasalah," ujarnya.

 

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Bahktaruddin mencatat, serapan anggaran untuk dana bagi hasil (DBH) mencapai Rp4,076 miliar dari Pagu Anggaran (alokasi anggaran yang di tetapkan) sebesar Rp6,074 miliar.

 

"Sementara itu, untuk realisasi dana alokasi khusus (DAK), realisasinya mencapai Rp5,099 miliar dari pagu anggaran Rp8,486 miliar. Lalu DAK fisik realisasinya mencapai  Rp250 juta dari pagu anggaran Rp1,5 miliar. Kemudian untuk Dana Insentif Daerah (DID) realisasinya sudah mencapai di angka Rp241 juta dari pagu anggaran Rp384 juta," tukasnya.

 

"Selanjutnya untuk DAK nonfisik realisasinya sudah mencapai Rp1,927 miliar dari pagu anggaran Rp3,207 miliar. Sedangkan  untuk realisasi dana desa realisasinya mencapai Rp781 juta dari pagu Rp1,453 miliar. Secara keseluruhan dari total dana transfer ke daerah dan dana desa triwulan II tahun 2020 sebesar Rp21,183 miliar realisasinya sudah mencapai diangka Rp12,377 miliar," pungkasnya.