TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

 Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Kota Pekanbaru, ada 14.120 UMKM. Dari total itu, 7.888 usaha mikro terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

"Data per hari ini, terdata sebanyak 14.120 UMKM. Bulan April kemarin kita mendata pelaku-pelaku UMKM yang terdampak Covid, itu sebanyak 7.888. Terdampak maksudnya, dulu misalnya usahanya 100 keuntungannya, sekarang tinggal 50," terang Kepala Diskop UMKM Kota Pekanbaru, Dr. Idrus, S.Ag, M.Ag kepada media, Selasa (11/8).

Ia mengungkapkan, di tengah pandemi ini, masyarakat lebih berhati-hati untuk berbelanja.

"Karena saat ini orang berhati-hati untuk berbelanja. Selain itu orang banyak membuat sendiri di rumah. Yang terdampak itu yang mikro," jelas Idrus.

Diuraikannya, dari 14.120 UMKM, 80 persen adalah usaha mikro. Selebihnya usaha kecil dan usaha menengah. Untuk usaha mikro, disampaikan mantan Kabag Kesra ini, diperkirakan lebih kurang sekitar 11 ribu.

"Usaha mikro itu modalnya atau asetnya, antara 0 sampai Rp50 juta. Kalau usaha kecil, dari Rp50 juta sampai 300 juta asetnya. Kalau menengah Rp500 juta sampai Rp1 miliar," jelas Idrus.