TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

 Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Kota Pekanbaru, ada 14.120 UMKM. Dari total itu, 7.888 usaha mikro terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

"Data per hari ini, terdata sebanyak 14.120 UMKM. Bulan April kemarin kita mendata pelaku-pelaku UMKM yang terdampak Covid, itu sebanyak 7.888. Terdampak maksudnya, dulu misalnya usahanya 100 keuntungannya, sekarang tinggal 50," terang Kepala Diskop UMKM Kota Pekanbaru, Dr. Idrus, S.Ag, M.Ag kepada media, Selasa (11/8).

Ia mengungkapkan, di tengah pandemi ini, masyarakat lebih berhati-hati untuk berbelanja.

"Karena saat ini orang berhati-hati untuk berbelanja. Selain itu orang banyak membuat sendiri di rumah. Yang terdampak itu yang mikro," jelas Idrus.

Diuraikannya, dari 14.120 UMKM, 80 persen adalah usaha mikro. Selebihnya usaha kecil dan usaha menengah. Untuk usaha mikro, disampaikan mantan Kabag Kesra ini, diperkirakan lebih kurang sekitar 11 ribu.

"Usaha mikro itu modalnya atau asetnya, antara 0 sampai Rp50 juta. Kalau usaha kecil, dari Rp50 juta sampai 300 juta asetnya. Kalau menengah Rp500 juta sampai Rp1 miliar," jelas Idrus.