TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Gubri Syamsuar Sarankan Sholat Idul Adha di Masjid

Gubri Syamsuar Sarankan Sholat Idul Adha di Masjid

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menegaskan salat Idul Adha 1441 Hijriah hendaknya dilaksanakan di dalam masjid, tidak di lapangan.

Hal ini ditegaskan Gubri untuk mengantisipasi terjadinya penularan lebih banyak lagi kasus positif Covid-19 di provinsi Riau. Apalagi saat ini tren kasus corona mengalami kenaikan.

"Besok umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha. Kami sudah sampaikan kepada Kanwil Kemenag dan bupati, walikota dan MUI kiranya salat Idul Adha dapat dilaksanakan di dalam masjid," kata Gubri kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Gubri menjelaskan kenapa salat Id harus masjid. Sebab pengurus masjid akan lebih mudah mengkontrol terjadinya penularan Covid-19. Karena biasanya kalau salat di lapangan, orang datang dari mana-mana, sehingga sulit mengawasi. Dan dikhawatirkan jemaah berdesak-desakan, sehingga bisa terjadi penularan Covid-19 lebih banyak lagi.

"Karena itu, harapan kami masyarakat bisa menggunakan musala dan masjid,

 

sehingga tidak terjadi berdesak-desakan, dan harapan saya pengurus masjid dapat menyiapkan yang berkenaan dengan protokol kesehatan," harapnya.

 

Penerapan protokol kesehatan yang dimaksud Gubri adalah hendaknya pengurus musala dan masjid dapat mempersiapkan agar jemaah yang salat di masjid tidak terlalu penuh.

"Kemudian sebelum masuk masjid hendaknya dilakukan pengecekan suhu badan, mengatur jarak di dalam masjid, dan menggunakan masker untuk saat melaksanakan salat Id," pesannya.

"Ini kami anjurkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Karena kami melihat yang terjadi diberbagai daerah, banyak orang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Mereka tidak sakit, tidak sesak nafas, tidak batuk, dan suhu badannya normal tapi mereka terkonfirmasi positif," tambah Gubri.

Karena itu, untuk menghindari terjadinya penularan yang banyak lagi, Gubri mengajak kaum muslimin kiranya dapat mengikuti arahan dari pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19.

Ditanya dalam SK Kemenag dibolehkan salat di lapangan dan sebagainya, Gubri menegaskan itu tergantung kondisi daerah. Karena tren kasus positif Covid-19 di Riau naik, makanya masyarakat Riau dianjurkan salat di masjid.

"Itu tergantung masing-masing daerah, kalau di kampung-kampung yang tidak ada masalah (kasus), silahkan saja. Tapi kalau di Pekanbaru jangan," cakapnya.

Sumber: Ckp