TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

"Shalat Itu Menjadi Nutrisi Untuk Hati Tenang", Ini Penjelasan UAS Saat Berikan Tausyah Di BRI

"Shalat Itu Menjadi Nutrisi Untuk Hati Tenang", Ini Penjelasan UAS Saat Berikan Tausyah Di BRI

Mengawali hari Jum'at (24/7/2020) penuh berkah, UAS bersilaturahim ke BRI Kantor Wilayah Pekanbaru di Menara BRI jl. Sudirman dan mensosialisasikan Yayasan Tabung Wakaf Umat. Kajian dilakukan sebelum jam kerja para karyawan/ti BRI. Sosialisasi dan kajian ini dihadiri oleh para direksi, manajer dan staf Kanwil BRI Pekanbaru. Sebagian peserta yang hadir non muslim.

Dalam taushiyahnya, UAS mengingatkan, sepanjang hidup, jagalah shalat. Shalat fardhu dan sunnahnya. Jangan lalai, apalagi meninggalkan shalat, karena shalat itu menjadi nutrisi yang menjadikan hati tenang. Ketika bulan Zulhijjah tunaikanlah Idul Adha dan berkurbanlah, karena sudah sangat banyak nikmat Allah yang dikucurkan sepanjang waktu. Sepanjang tahun tidak pernah berhenti. Ketika mampu berkurban, tapi tidak berkurban, Allah dan Nabi tidak suka!

 

 

 

 

Di masa Pandemi Global Covid-19, sebaiknya pelaksanaan kurban lebih memprioritaskan kaum dhuafa, dengan mengantarkan daging kurban ke daerah kantong kemiskinan di sekitar kita, wilayah sub urban, dan masyarakat pedalaman yang jauh dari sejahtera. Bahkan setiap tahun mereka diprioritaskan, karena masyarakat kota sudah lumrah makan daging, bahkan ada yang sudah tidak bisa lagi makan daging, karena kesehatan. Cara seperti ini tujuannya agar masyarakat pedalaman dan orang susah tidak merasa ditinggalkan oleh saudaranya yang lain. Dengan demikian diharapkan mereka tetap kokoh menjaga akidah.

Bagi orang yang hendak berkurban, sejak awal bulan Zulhijjah dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak memotong kuku dan rambut mereka. Bagi yang melakukannya, hukumnya makruh dan tetap sah kurbannya. Dengan berkelakar UAS lontarkan kepada hadirin, jangan sampai uang kurban ditarik kembali dari panitia kurban karena terlanjur potong kuku lalu menganggap kurban tidak sah.

Pengajian yang ketat dengan protokoler kesehatan ini sering diselingi humor bernas UAS dna disambut gelak tawa UAS. Ada yang bertanya; "Ustadz, apakah boleh menikah secara virtual?". UAS dengan satir menjawab sambil mencontohkan akad nikah, "Wahai fulan, Saya nikahkan engkau", . . . tit . . .tit . . . tit . . . Sinyal putus. Gak jadi nikah. Hadirin terpingkal-pingkal merespon kejenakaan UAS.

Dalam sosialisasi Yayasan Tabung Wakaf Umat, Alnof Dinar, ketua yayasan, mengajak karyawan/ti BRI untuk mendukung program-program Tabung Wakaf Umat dimulai dengan sumbangsih paling ringan yaitu dengan subscribe channel YouTube Tabung Wakaf Umat Official, sekalian update setiap ceramah UAS di perkantoran.