TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Ternyata Ganti Rugi Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Belum Selesai

Ternyata Ganti Rugi Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Belum Selesai

 

Kandis - Permasalahan pembebasan lahan masyarakat di Provinsi Riau belum juga bisa terselesaikan. Pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai selalu meninggal kisah pahit bagi masyarakat yang lahannya terkena dalam wilayah pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai.

ketua Forum Masyarakat Mencari Keadilan, Nunut Benny Hasiholan Siregar menceritakan bahwa masih ada masyarakat yang belum diberikan ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan tol. Nunut menceritakan bahwa masyarakat merasa di tipu dikarenakan pada saat pembangunan Pemerintah Riau berjanji memberikan ganti rugi sehingga tadinya pembangunan yang sempat tertunda akhirnya kembali beroperasi karena dijanjikan untuk membayar ganti rugi lahan masyarakat.

Tanah masyarakat ini tidak dibayar, padahal awalnya pemerintah riau berjanji untuk membayarnya, namun sekarang ini pengerjaan pembangunan telah mencapai 70 % tapi ganti rugi yang dijanjikan ini belum juga dibayar. salah satu masyarakat yang tidak dibayar itu kalvin ginting dengan ribka surbakti" ucap nunut.

Lanjutnya, pada awalnya masyarakat sudah protes dilakukan pembangunan sebelum membayar ganti rugi, namun dengan mediasi yang panjang dan janji dari pemerintah akhirnya proses pengerjaan pembangunan itu dilanjutkan. karena hal ini masyarakat jadinya geram karena merasa tidak adil atas perlakuan dari pemerintah teradap mereka.

"kita sudah berikan keinginan Pemerintah untuk membuat jalan tol namun masyarakat meminta haknya sebagai pemilik lahan yang telah diambil untuk pembangunan jalan tol, tapi apa yang sudah dibuat Pemerintah Riau kepada masyarkat sehingga menimbulkan ketidak-adilan seperti ini, sungguh ini perbuatan yang sangat mengecewakan" ucapnya

Sementara itu Sekdaprov Riau di media lainnya mengatakan bahwa permasalahan pembangunan jalan tol pekanbaru-dumai telah selesai. namun ternyata di lokasi pembangunan masih ada masyarakat yang protes karena belum dibayar ganti ruginya. (nal)