TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Penyaluran Anggaran Bansos Berdasarkan Data Dari Bupati/Wali Kota

Penyaluran Anggaran Bansos Berdasarkan Data Dari Bupati/Wali Kota

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Purnama Irwansyah mengatakan bahwa dalam menyalurkan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak bisa menyalurkan anggaran Bantuan Sosial (Bansos) tersebut tanpa data nama dan alamat peneriman bantuan dari Kabupaten/Kota.

"Terkait penyaluran bantuan lambat, karena kami tidak bisa menyalurkan anggaran tanpa by name by address penerima bantuan dari Bupati/Walikota dan ini yang kami tunggu," kata Purnama, Rabu (15/07/2020).

Purnama juga mengatakan, karena terlalu lama menerima data tersebut maka anggaran tersebut Pemerintah Provinsi sampaikan ke Kabupaten/Kota agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

"Setelah disampaikan ke Kabupaten/Kota dan untuk mengawas semua itu pak Gubernur sudah membangun kerja sama dengan aparat penegak hukum," terangnya.

Tambahnya, untuk Validitas data dikawal oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Tinggi Riau, dan Polda Riau. Sehingga upaya pencegahan sudah berjalan dari awal dan akuntabilitas tetap terjaga.

"Dengan kerja sama tersebut, bantuan dapat cepat disalurkan, tetap aman dan tepat sasaran," tutur Purnama.