KAMPAR — Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., memimpin Rapat Persiapan Akhir Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Kampar pada Selasa (6/10/2026).
Kehadiran Wakil Bupati dalam rapat tersebut adalah untuk mewakili Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. Rapat strategis ini turut dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., jajaran Forkopimda, Ketua LPTQ Kabupaten Kampar, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta seluruh Camat se-Kabupaten Kampar.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Dr. Misharti menegaskan agar seluruh panitia dan pihak terkait memaksimalkan seluruh lini persiapan. Langkah ini krusial guna memastikan pelaksanaan MTQ ke-55 dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan sukses. Ia menggarisbawahi pentingnya penguatan koordinasi antarperangkat daerah, panitia pelaksana, serta dukungan penuh dari masyarakat Kecamatan Gunung Sahilan selaku tuan rumah.
“MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, namun juga menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, membangun ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Untuk itu, seluruh persiapan harus benar-benar matang,” tegas Wabup Misharti.
Kecamatan Gunung Sahilan sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggara berdasarkan Keputusan Bupati Kampar Nomor: 679/KESRA/XII/2025 yang diterbitkan pada 31 Desember 2025 lalu. Adapun pusat kegiatan dan Astaka Utama MTQ akan dipusatkan di Kompleks Masjid Tengku Abdurrahman, Desa Kebun Durian, Kecamatan Gunung Sahilan.
Sesuai dengan agenda yang telah disepakati, pembukaan MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan syiar Islam ini akan bergulir selama tujuh hari dan direncanakan ditutup secara resmi pada 17 Oktober 2026.
Menutup jalannya rapat, Wakil Bupati menginstruksikan kepada seluruh OPD yang tergabung dalam kepanitiaan untuk segera menuntaskan berbagai kebutuhan teknis yang masih tersisa. Kebutuhan tersebut meliputi kesiapan sarana dan prasarana, akomodasi bagi para kafilah, aspek kebersihan, sistem keamanan, layanan kesehatan, hingga kelancaran jalur transportasi dan komunikasi selama acara berlangsung.




