TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Viral Berondong 27 Tahun Nikahi Nenek 65 Tahun di Sumsel, Maharnya Cuma Rp 100 Ribu

Viral Berondong 27 Tahun Nikahi Nenek 65 Tahun di Sumsel, Maharnya Cuma Rp 100 Ribu

Setelah viral pernikahan seorang gadis 20 tahun dengan kakek 60 tahun di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini jagat media sosial kembali diguncang oleh kabar pernikahan beda usia yang juga terpaut jauh di Desa Bumi Arjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. 

 

Kali ini yang tua bukan mempelai laki-lakinya, tetapi perempuannya. Ya, dia adalah Sri Sutiyem, nenek berumur 65 tahun, yang "sukses" mendapatkan berondong berusia 27 tahun bernama Ardi.

Ardi tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk melamar Nenek Gambreng--sapaan Sri Sutiyem. Ia cukup membayar mahar murah meriah, hanya Rp 100 ribu.

 

 

 

Ardi (27 tahun) menikahi Sri Sutiyem atau Nek Gambreng (65 tahun). (Foto: Instagram: Lambe_turah)

Ardi dan Nenek Gambreng menikah pada Jumat, 5 Juni 2020. Kini mereka tinggal bersama di rumah Nenek Gambreng, yang terletak di dekat kompleks pemakaman umum di Desa Bumi Arjo.

Kepada Desa Bumi Arjo, Joko mengatakan, pernikahan Nenek Gambreng dan Ardi dilangsungkan dengan sederhana tanpa pesta meriah layaknya pernikahan pada umumnya. Tamu undangan yang hadir juga tidak banyak.

 

Ardi (27 tahun) menikahi Sri Sutiyem atau Nek Gambreng (65 tahun). (Foto: Instagram: Lambe_turah)

Joko mengatakan, pernikahan antara pemuda dan seorang nenek itu memang dilandasi oleh perasaan suka sama suka, dan telah direstui oleh keluarga dari kedua belah pihak. Tidak ada unsur paksaan maupun keterpaksaan yang melatarinya.

 

 

 

Sumber: IndozoneID