TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Hari Pertama Masuk Kerja Tingkat Kehadiran Pegawai Pemprov Riau Mencapai 99,4 persen

Hari Pertama Masuk Kerja Tingkat Kehadiran Pegawai Pemprov Riau Mencapai 99,4 persen

 Hari pertama masuk kerja bagi seluruh Aparatur Sipili Negara (ASN), dilingkungan Pemprov Riau, tingkat kehadiran pegawai mencapai 99,4 persen. Sedangkan pegawai yang bolos atau tidak masuk kantor dan melanggar aturan menambah libur lebaran yang telah di tetapkan oleh pemerintah pusat, berita sebanyak 50 orang atau 0,68 persen. 

Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan mengatakan, Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution dan Sekdaprov, sudah melakukan sidah kehadiran ASN. Dan hasilnya, 99,6 persen tingkat kehadiran ASN cukup tinggi. Namun masih ada yang absen dan tidak ada kabar tidak masuk kerja dihari pertama masuk kerja.

“Setelah di kumpulkan absennya, ada sebanyak 50 orang yang tidak masuk kerja tanpa berita. Jadi sekitar 0,6 persen dari total pegawai di lingkungan Pemprov 7.300 lebih pegawai. Seluru OPD telah menyerahkan absensi hari pertama, ran sudah dilaporkan ke Gubernur,” jelas Ikhwan.

Untuk sangsi yang akan diberikan kepada pegawai yang bolos kerja, Ikhwan menjelaskan ada aturan yang telah berlaku mulai dari sangsi ringan administrasi, sangsi sedang dan sangsi berat. Dilihat pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai yang bolos. 

“Sangsi bagi pegawai yang mangkir itu sesuai dengan aturan, sangsi ringan, sangsi sedang dari penundaan kenaikan  pangkat dan penundaan jabatan bagi pejabat. Dan yang paling berat itu sangai pemecatan, sesuai aturan,” tegasnya.

“Yang tidak hadir dan tidak diabsen itu, seperti yang hamil, menyusui, usia diatas 55 tahun, dan yang kerja dirumah,” tambahnya. 

Sebelumbya diberitakan, Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Wakil Gubernur Riau, langsung inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa OPD dilingkungan Pemprov Riau. Gubri mengatakan, ia melihat pegawai tetap menjalankan tugas aturan yang telah ditetapkan, dan ia belum mendapatkan laporan berapa pegawai yang mangkir. 

“Ini sekaligus mengevaluasi sebagian kerja di kantor dan sebagian kerja dirumah. Oleh karen itu kami tadi melihat kehadiran cukup banyak, tadi juga saya mengecek mana tau diantara kawan-kawan ini ada juga yang mudik, tapi alhamdulillah kami belum mendpaatkan laporan,” ujar Gubri. 

“Mudah-mudahan pegawai ini patuh disiplin, dan memang ada konsekuensi dan sangsi terhadap pegawai yang tidak displin. Hari ini kami belum mendapatkan laporan dari BKD. Kami juga meminta pimpinan OPD dan para pegawi kerja seperti biasa,” kata Gubri.