TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

SMPN 23 Pekanbaru Sulap Sampah Plastik Menjadi Ruang OSIS, Kepsek: Ini Layak di Contoh

SMPN 23 Pekanbaru Sulap Sampah Plastik Menjadi Ruang OSIS, Kepsek: Ini Layak di Contoh

PEKANBARU - SMPN 23 Pekanbaru memanfaatkan dan mengelola sampah plastik menjadi (Ecobrick Day) yang bisa bernilai.

Adapun ini juga mendukung salah satu program Pj Walikota Pekanbaru Muflihun. Dimana sampah plastik yang biasa menumpuk dirumah bisa dimanfaatkan.

Hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMPN 23 Pekanbaru, Dr. Edi Suhendri,  M.Si, bahwa program Ecobrik Day sudah di mulai sejak tahun 2021. Pada setiap bulannya, sampah plastik tersebut didapat lebih kurang 1 Ton.

"Setiap bulannya kita manfaatkan sampah plastik lebih kurang 1 Ton. Sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga dan sampah plastik dari kemasan jajanan siswa," kata Kepsek SMPN 23 Pekanbaru, Edi Suhendri saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (17/7/23.

Ia juga mengemukakan, program ini juga dalam mengelola sampah sehingga bernilai ekonomi. 

"Jadi setiap hari sabtu anak-anak membawa sampah plastik dari rumah mereka, yang selanjutnya dikemas menjadi ecobrick," bebernya.

Edi menjelaskan, setiap ecobrick beratnya 2,5 Ons, sampah tersebut sudah dimanfaatkan di SMPN 23 Pekanbaru sejak tahun 2021.

"Kita sudah bangun taman literasi sekolah (menggunakan 2 ton sampah plastik), pot ecobrick, meja dan kursi baca ecobrick. Kemudian, di tahun 2022 juga sudah membangun pagar dari sampah plastik," katanya lagi.

Edi menuturkan, pagar yang dibuat tersebut menggunakan lebih kurang 3 ton sampah plastik. Pada tahun ini juga sudah membuat ruang OSIS dari sampah plastik yang digunakan lebih kurang 2 ton setengah.

"Jadi SMPN 23 Pekanbaru ini sudah di kenal oleh beberapa sekolah di Provinsi Riau bahkan ditingkat nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa program ecobrik ini khususnya desain bata ditemukan sendiri tidak ada duanya.

"Desain bata ecobrik sudah kita expos dijurnalis Degress Belgia Eropa. Mudah mudahan di semester ini hingga anak anak ini bisa menggunakan ruangan OSIS itu percontohan bagi sekolah lain dalam pemanfaatan limbah plastik sehingga menjadi roda yang berguna," tandas Edi.

Ia berharap, agar di rumah juga anak-anak murid SMPN 23 Pekanbaru ini mengumpulkan sampah plastik, sehingga anak ini bisa mengedukasi orang tua murid.

Sampah plastik, lanjutnya, juga dijadikan ecobrik untuk buat kursi, bangunan meja dan manfaat lain. Sehingga anak anak bahkan murid SMPN 23 ini yang sudah tamat kelas 9 bisa mengedukasikan kepada teman sekolah yang baru.

"Misal dia di SMA atau SMK dan dia bercerita bahwa sampah bisa di olah dengan baik dan limbah sampah plastik bisa di manfaatkan. Jadi sampah limbah ini bisa di gunakan batu ecobrik, meja, bangunan di sekolah, pagar dari ecobrik dan banyak kegunaannya," tandas Edi Suhendri memungkasi.

 

Penulis: Dedy Pratama