TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

Dinas Pertanian Terus Berupaya Maksimalkan Program, 11 Varietas Padi Asal Kampar Dikembangkan

Dinas Pertanian Terus Berupaya Maksimalkan Program, 11 Varietas Padi Asal Kampar Dikembangkan

KAMPAR – Dinas Pertanian Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan hasil pertanian dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara pemurnian dan pelepasan varietas. 

Pertanian di Kabupaten Kampar tidak maju-maju, karena mengembangkan varietas yang cocok di wilayah Kabupaten Kampar.

"Padi dari Jawa belum tentu cocok ditanam di Kampar,’’ jelas Kadis Pertanian Nur Ilahi Ali melalui Kabid Produksi Suprapto, Senin (3/7/23).

Ia menambahkan, begitu juga padi dari Sumbar juga belum tentu bisa beradaptasi ditanam di wilayah Kampar. 

Karena, menurutnya, tanah daerah Sumbar lain dengan Kampar, di Kampar tanahnya masam dan banyak kendalanya.

‘’Varietas Anak Daro ditanam di Kampar belum tentu bisa berhasil. Karena kesesuaian tanahnya belum tentu sama. Daerah kita tanahnya masam, karena itu diperlukan pembenahan tanah,’’ beber Suprapto.

Ia menuturkan, tanah pertanian sudah sakit karena diporsir bertahun-tahun, tetapi tanahnya tidak diberi nutrisi. 

‘’Di Kabupaten Kampar ada bermacam-macam varietas padi asli kita. Dari jaman Belanda dulu sudah ada. Ada 11 varietas padi yang dicoba dikembangkan,’’ kata Suprapto.

Menurut Suprapto, varietas padi asal Kampar ada bunga macang, kuning, kuning tinggi, coku, coku ondah, sanyo kuning, sanyo putih. Sebanyak 11 varietas padi ini sudah dimurnikan pada 2021. Pada 2022 sudah murni benihnya 11 varietas tersebut. Dari 11 varietas tersebut dimurnikan muncul 224 galur baru. 

‘’Galur baru itu, menyimpang dari induknya mempunyai hasil yang bagus. Mempunyai rasa lebih enak, sebanyak 202 itu dikembangkan juga. Dari 224 galur baru tersebut dikembangkan terseleksi sekitar 70 galur baru,’’ jelas Suprapto.

Suprapto menjelaskan, galur baru yang 70 ini, belum didaftarkan ke Kementerian Pertanian. Ini dijadikan asli punya Kampar. Benih disimpan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Sewaktu-waktu membutukan benih tersebut bisa dikembangkan dulu baru dilepas oleh Kementerian Pertanian. 

‘’Sebanyak 11 varietas padi asal Kampar ini kita sudah ujicoba. Tahun ini tahun terakhir, kita ingin mendapatkan benih, kita daftarkan di Direktorat Perlindungan Varietas Tanaman, dilepas untuk benih unggul nasional yang diakui oleh pemerintah,’’ kata Suprapto.

Benih akan diuji, lanjutnya, termasuk beras dan gabahnya diuji dikirim ke Balai Besar Pengujian Tanaman Pangan yang di Suka Mandi Subang, Jawa Barat.

"Padi yang pemurnian ini dilaksanakan di empat kabupaten yakni di Kabupaten Kampar sebagai daerah asal, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti," pungkasnya.