TERKINI
Penanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi Pemerintah

Dinas Pertanian Terus Berupaya Maksimalkan Program, 11 Varietas Padi Asal Kampar Dikembangkan

Dinas Pertanian Terus Berupaya Maksimalkan Program, 11 Varietas Padi Asal Kampar Dikembangkan

KAMPAR – Dinas Pertanian Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan hasil pertanian dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara pemurnian dan pelepasan varietas. 

Pertanian di Kabupaten Kampar tidak maju-maju, karena mengembangkan varietas yang cocok di wilayah Kabupaten Kampar.

"Padi dari Jawa belum tentu cocok ditanam di Kampar,’’ jelas Kadis Pertanian Nur Ilahi Ali melalui Kabid Produksi Suprapto, Senin (3/7/23).

Ia menambahkan, begitu juga padi dari Sumbar juga belum tentu bisa beradaptasi ditanam di wilayah Kampar. 

Karena, menurutnya, tanah daerah Sumbar lain dengan Kampar, di Kampar tanahnya masam dan banyak kendalanya.

‘’Varietas Anak Daro ditanam di Kampar belum tentu bisa berhasil. Karena kesesuaian tanahnya belum tentu sama. Daerah kita tanahnya masam, karena itu diperlukan pembenahan tanah,’’ beber Suprapto.

Ia menuturkan, tanah pertanian sudah sakit karena diporsir bertahun-tahun, tetapi tanahnya tidak diberi nutrisi. 

‘’Di Kabupaten Kampar ada bermacam-macam varietas padi asli kita. Dari jaman Belanda dulu sudah ada. Ada 11 varietas padi yang dicoba dikembangkan,’’ kata Suprapto.

Menurut Suprapto, varietas padi asal Kampar ada bunga macang, kuning, kuning tinggi, coku, coku ondah, sanyo kuning, sanyo putih. Sebanyak 11 varietas padi ini sudah dimurnikan pada 2021. Pada 2022 sudah murni benihnya 11 varietas tersebut. Dari 11 varietas tersebut dimurnikan muncul 224 galur baru. 

‘’Galur baru itu, menyimpang dari induknya mempunyai hasil yang bagus. Mempunyai rasa lebih enak, sebanyak 202 itu dikembangkan juga. Dari 224 galur baru tersebut dikembangkan terseleksi sekitar 70 galur baru,’’ jelas Suprapto.

Suprapto menjelaskan, galur baru yang 70 ini, belum didaftarkan ke Kementerian Pertanian. Ini dijadikan asli punya Kampar. Benih disimpan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Sewaktu-waktu membutukan benih tersebut bisa dikembangkan dulu baru dilepas oleh Kementerian Pertanian. 

‘’Sebanyak 11 varietas padi asal Kampar ini kita sudah ujicoba. Tahun ini tahun terakhir, kita ingin mendapatkan benih, kita daftarkan di Direktorat Perlindungan Varietas Tanaman, dilepas untuk benih unggul nasional yang diakui oleh pemerintah,’’ kata Suprapto.

Benih akan diuji, lanjutnya, termasuk beras dan gabahnya diuji dikirim ke Balai Besar Pengujian Tanaman Pangan yang di Suka Mandi Subang, Jawa Barat.

"Padi yang pemurnian ini dilaksanakan di empat kabupaten yakni di Kabupaten Kampar sebagai daerah asal, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti," pungkasnya.